Saya & Wanita Pasangan Saya #07

FT_13.07.10_IdealMarriage

 

Maka, bersama setiap pasangan saya, kami pasti membuat usaha bersama. Bersama AMP, karena dulu masih kuliah hingga awal masa kerja, kami sempat membuat bisnis kecil-kecilan berjualan buku, kue kering, parcel hingga berjualan bunga saat wisuda. Bersama YPP, kami membuat PT dengan modal ratusan juta rupiah. Dan itulah yang membuat saya terpuruk. Kehilangan pasangan saja sudah buruk, ini juga sekaligus kehilangan mata pencaharian. Hingga, saya yang tadinya pengusaha pun sempat harus kembali bekerja sebagai pegawai. Untung kompetensi saya tinggi hingga masih mendapatkan jabatan dan penghasilan tinggi.

Benchmark saya untuk pasangan juga tinggi. Saya mengidolakan pasangan Dr. Ainun Habibie-Prof. Dr. B.J. Habibie dan Michelle-Barack Hussein Obama. Kedua ibu negara hebat itu adalah pribadi handal dan kompeten di bidang keahliannya, sempat bekerja hingga karir tertinggi sebelum memutuskan berhenti mendukung suaminya yang mengabdi pada bangsanya.

Dan, sebagai garis bawah, dari 7 milyar manusia yang menyesaki planet ini, semuanya tidak ada yang sama. Secara kepribadian, ada sejumlah tipe kepribadian. Inilah kesalahan umum manusia yang kurang mengerti psikologi, menganggap manusia lain sama seperti dirinya. Ada orang yang dengan mudah melupakan masalah pribadi, ada yang justru sebaliknya sangat sulit. Dan, asal tahu saja, menurut para ahli psikologi, seseorang yang bercerai atau berpisah dari pasangan, terutama yang dikhianati atau ditinggalkan, rata-rata perlu waktu empat tahun untuk memulihkan diri.

Maka, itulah “hak jawab” saya, terutama kepada mereka yang –maaf- sok tau dan sok tua. Merasa diri ngerti padahal nggak tahu apa-apa. Saran saya: jangan mudah menghakimi, jangan mudah menilai orang lain. Don’t judge the book by it’s cover. Ironisnya, secara paradoks orang-orang semacam ini ternyata paling marah kalau dirinya dihakimi dan dinilai orang lain. Intinya sih, mereka mau menang sendiri. Jangan ya… Apalagi kalau sudah tua, sayang umurnya. Semoga Tuhan melimpahkan kasih-sayang dan cintanya kepada kita semua.

(Tamat)

Catatan: Tulisan ini pertama kali diterbitkan dalam satu kesatuan sebagai note di FaceBook pada 17 Agustus 2014. Dengan memohon maaf terpaksa saya hapus dari sana karena pribadi kepada siapa saya tujukan tulisan ini telah meninggal dunia pada 29 Desember 2014. Akan terasa ‘sadis’ bila tetap saya cantumkan dengan ‘tag’ kepada account-nya. Di sini pun, nama beliau saya hapus demi menghindari “ghibbah”. Tetapi karena tulisan ini penting bagi saya, terutama sebagai penjelasan bagi “orang bodoh yang sok tahu”, maka sengaja dimuat kembali berdekatan dengan Valentine’s Day. 🙂 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s