Mengerikannya Jadi Konsumen di Indonesia

 


Beberapa hari lalu di “Twitterland” beredar seruan untuk membela @muhadkly alias Acho, seorang komika alias stand up comedian. Sebabnya ia dilaporkan ke polisi karena menulis curhat terkait kompleks apartemen yang ditinggalinya. Dukungan luas para selebtwit membuat hashtag #AchoGakSalah dan #StopPidanakanKonsumen sempat jadi trending topic Twitter area Indonesia.

Ini bukan pertama kalinya sebenarnya. Beberapa kasus pernah terjadi sebelumnya. Dan itu juga yang membuat saya berpikir panjang bila hendak berperkara dengan perusahaan besar. Kuatir mereka malah “ngamuk” dan makin merugikan saya yang sudah dirugikan. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga jadinya.

Saat laptop saya hilang dicuri dari dalam mobil yang diparkir di pusat perbelanjaan, saya tahu ada yurisprudensi hingga ke M.A. yang sudah inkraacht terkait ini. Dua kasus malah. Dan keduanya pihak pengelola parkir kalah, harus mengganti kerugian korban. Tapi saya memilih tidak melakukan penuntutan. Walau data di dalam laptop yang hilang itu harganya setara milyaran rupiah bagi saya. Kuatirnya mereka bukan sekedar menempuh jalur hukum normal saja soalnya, tetapi juga teror melalui premanisme.

Demikian juga ketika akumulasi kuota data 4G saya sejumlah 157 GB dihapus operator. Saya pun diam. Saya ikhlaskan saja pulsa senilai sekitar Rp 4 juta itu daripada berhadapan dengan provider seluler raksasa. Itu cuma dua kasus terbaru dimana saya sebagai konsumen yang dirugikan memilih diam. Yah… Daripada jadi seperti Acho itulah.

Begitu mengerikannya menjadi konsumen di Indonesia sehingga kita harus takut menuntut hak sendiri. Padahal di A.S., cuma gara-gara kopi panas yang tumpah -yang sebenarnya akibat kecerobohan konsumen sendiri-, mengakibatkan bukan saja perusahaan penyedia kopi itu harus membayar santunan, tapi juga diterapkan aturan pemerintah baru. Kapankah Indonesia akan seperti itu?

 

[Tulisan ini pertama kali diunggah sebagai status di account FaceBook utama penulis pada tanggal yang sama.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s