Toleransi & Keberagaman Kunci Bagi Ke-Indonesia-an

Toleransi dan Keragaman Kunci Ke-Indonesia-an

Hati dan jiwa saya tergetar ketika sekitar 400 orang di dalam ruangan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Padahal, sebagian besar dari merekalah yang kerap dilabeli “non-pribumi”, kafir dan “aseng”. Ternyata, nasionalismenya tak kalah dengan mereka yang kerap menghujatnya, kalau malah tak bisa dibilang lebih baik. Karena para penghujatnya justru kelompok intoleran yang anti ke-Bhinneka-an dan mengagungkan tafsiran atas satu agamanya sendiri.
Padahal, kita tahu Indonesia bukan hanya terdiri dari beragam suku bangsa dengan aneka adat, budaya dan bahasa saja. Tetapi juga bermacam agama sejak dulu kala.
Di Kalimantan Barat, justru semua itu dijaga dengan baik. Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, M.H. menegaskan hal itu dalam kesempatan pertemuan pada hari Sabtu (1/4). Ia menyatakan masyarakat Kalbar terutama warga Dayak sangat menjunjung tinggi toleransi. Tetapi di sisi lain, apabila diganggu, mereka tidak segan-segan mempertahankan diri. 
Sikap itu antara lain terlihat saat terjadi penolakan atas kedatangan Wasekjen MUI yang pro-FPI di Kalbar pada Kamis (12/1). Saat itu, Tengku Zulkarnain bahkan tidak bisa turun dari pesawat. Akhirnya ia terpaksa kembali lagi dengan pesawat yang sama menuju Pontianak.
Putri sulungnya dr. Karolin Margret Natasa yang baru saja terpilih sebagai Bupati Landak pun menegaskan hal serupa. Ia yang pernah menjadi anggota DPR-RI dari PDIP pada periode 2009-2014 dan 2014-2019 itu menyatakan komitmennya untuk menjaga NKRI. Ia yang meraih suara terbanyak nasional -pasca Nusron Wahid dipecat Golkar- dalam Pemilu Nasional 2014 itu juga memecahkan suara terbanyak pada Pilkada 2017 lalu. Ia yang menjadi calon tunggal menang dengan 96,62 % melawan kotak kosong. 
Sementara itu, Tjhai Chui Mie yang juga baru terpilih sebagai Walikota Singkawang pun menyatakan bahwa terpilihnya dirinya sebagai wanita Tionghoa pertama yang menjabat kepala daerah merupakan bukti keragaman Indonesia. Dan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika semua itu harus dijaga melalui toleransi dan gotong-royong.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s