Waktu

Kalender sudah berganti. Kita terus bergerak maju. Apa yang sudah berlalu tak bisa kembali diulangi. Waktu berjalan linear. Betulkah begitu? 

Meski cuma tahu sepintas saja dari karya seni budaya populer seperti novel dan film, saya sungguh berharap waktu tidak linear seperti diprediksi fisika kuantum. Dan kita tahu, saat teori dikemukakan, ada yang masih berupa hipotesis. Namun, di kemudian hari banyak yang terbukti kebenarannya.

Teori bahwa waktu tidak linear antara lain diprediksi oleh Albert Einstein. Melalui “Einstein-Rosen bridge theory”, mudahnya dikatakan bahwa jarak antara dua titik bisa “dilipat”. Demikian pula dengan jarak antara ruang dan dimensi serta waktu. 

Pemaparan tentang teori ini cukup bagus digambarkan dalam film Dejavu (2006). Sementara fenomena “dejavu” sendiri bisa diterangkan dengan teori “Schrodinger’s cat” yang sepintas disinggung di novel Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh (2001). 

Selain menggunakan alat yang canggih seperti di trilogi film Back To The Future (1985,1989,1990) atau Project Almanac (2015), juga ada yang berupa kemampuan supranatural khusus. Sebutlah seperti yang dimiliki oleh Miss Alma LeFay Peregrine sebagai Ymbryne di film Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children (2016). Atau mutant seperti Kitty Pryde di film X-Men: Days of Future Past (2014). 

Walau terus-terang saya lebih menyukai kemampuan Evan Treborn dalam film The Butterfly Effect (2004). Meski cerita filmnya tak begitu sesuai dengan pengertian teori aslinya yang dipakai sebagai judul, namun terasa lebih memungkinkan. 

Saya tahu ada agama yang meyakini waktu berjalan siklik, bukan linear. Tapi saya tidak hendak membahas itu. Karena bahkan dalam proses yang diimani agama tertentu itu, tetap saja makhluk hidup harus mati normal dulu. Padahal, konsep “time travel” itu adalah manusia menembus batas secara fisik lengkap di waktu hidupnya. Dan justru itu tantangannya. 

Apakah saat ini sudah ada yang mencapainya? Bisa jadi. Tapi pastinya hanya sedikit yang tahu dan punya akses ke sana. Kalau tidak, nanti semua orang ingin “bolak-balik” ke waktu lampau. Dan itu jelas akan membuat kekacauan besar. Sama seperti banyak hal lain di dunia, ada yang memang sebaiknya dibiarkan tetap menjadi misteri.

[Tulisan ini semula diunggah di account FB utama penulis.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s