Kalau Saya Dipenjara

rock-city-locked-away-music-video-gil-green-behind-the-scenes_002

Di masa modern saat ini dimana sebagian besar negara di dunia menerapkan demokrasi, tidak ada lagi perbudakan manusia. Kecuali, tentu saja yang berada di “bawah tanah” alias dunia kejahatan. Dalam istilah hukum, perdagangan manusia disebut dengan “trafficking”. Berbeda dengan di abad pertengahan, korban bukan untuk dipekerjakan tetapi dijadikan budak seks atau pelacur. Di beberapa negara seperti Thailand, China, India, dan beberapa negara dunia ketiga masih banyak tindakan tak berperikemanusiaan seperti itu.

Maka, secara normatif, manusia akan menjadi paling takut terhadap hukum. Dan kekuasaan aparat penegak hukum termasuk merampas kemerdekaan orang lain secara paksa dan sah. Pendeknya, mereka dibolehkan oleh negara untuk menangkap dan memenjarakan orang lain. Meski, konteksnya tentu bukan perbudakan.

Normalnya, manusia akan merasa takut apabila dipenjara. Kenapa? Bukan saja karena kebebasannya terampas, tetapi di sana ada aneka rupa manusia yang jelas kasar dan keras, karenanya dilabeli “penjahat”. Mereka adalah tipe manusia yang akan berbuat apa saja untuk bertahan hidup, bahkan membunuh bila perlu. Sudah bukan rahasia lagi di dalam penjara terjadi banyak kekerasan. Apalagi di Indonesia, dimana kapasitas penjara jauh melebihi kapasitasnya. Kata “sumpek” menjadi terlalu ringan bila dibandingkan kondisi nyata di penjara.

Di Indonesia, saat ini bagi golongan atas atau para pejabat publik, ketakutan terbesar adalah ketika ditangkap KPK. Karena mereka jelas bukan pelaku kejahatan kriminalitas biasa seperti penjambretan, pencopetan atau pembunuhan. Melainkan tindak pidana khusus yang sama sekali tidak berbau kekerasan. Melainkan pencurian dengan trik khusus.

Di saat inilah sebuah hubungan akan diuji. Baik itu karena kekeluargaan, kekerabatan, apalagi sekedar pertemanan. Tapi tak ada yang lebih kuat daripada hubungan kekasih, terutama suami-istri.

Tak sedikit pasangan yang tak mau repot. Ia malah meninggalkan pasangannya yang sedang dipenjara. Maka, pesan lagu yang dinyanyikan oleh R.City featuring Adam Levine ini sangat mengena. Perhatikan liriknya di bait pertama:

If I got locked away
And we lost it all today
Tell me honestly would you still love me the same?

Yang lalu disusul lirik serupa di bait kedua:

If I judge for life, man, would you stay by my side?
Or is you gonna say goodbye?
Can you tell me right now?

Bila Anda tak mengerti bahasa Inggris, bisa gunakan Google Translate untuk menerjemahkannya. Intinya, di situ penulis lagu yang ternyata ‘keroyokan’ yaitu Lukasz Gottwald, Cathryn Antoinette Tennille, Thomas Theron Makiel, Thomas Thimothy Jamahli, dan Henry Hussel Walter hendak menyampaikan pesan bahwa cinta itu justru diuji saat sedang susah. Bukan cinta namanya kalau selalu senang. Justru pasangan itu saling mendukung di saat tak ada orang lain yang mendukung. Kalau istilah saya, di saat seluruh dunia tak percaya, seorang pasangan harus tetap percaya pada pasangannya. Minimal, percaya bahwa masih ada secercah kebaikan dalam diri tiap manusia.

 

Foto: www.miaminewtimes.com

Video: Youtube.com-Vevo official video

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s