Hari AIDS Internasional

 

world-aids-day-december-1-2015-sm

 

Setiap 1 Desember, dunia memperingati International AIDS Day. Digagas pertama kali oleh Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di WHO (World Health Organization), kini seluruh dunia memperingatinya dengan simbol pita merah.

Tentu hari AIDS (Acquire Immune Deficiency Syndrome) bukanlah untuk mendukung penyakitnya, tapi sebaliknya memberantasnya dan mendukung penderitanya. Di Indonesia, dikenal dengan akronim ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Kenapa penderitanya perlu didukung? Pertama, karena penyakit ini belum ditemukan obatnya. Kedua, ini yang penting, ada stigma penyakit ini adalah “kutukan Tuhan”. Sebabnya tentu saja karena penyakit ini awalnya ditemukan pada penderita yang memiliki resiko seksual tinggi. Selain pekerja seks komersial, juga pada homoseksual dan mereka yang gemar berganti-ganti pasangan seks. Tetapi, kemudian kita tahu penularannya bisa melalui darah yang berpindah. Maka, seorang bayi yang tertular ibunya atau suster yang tertusuk jarum suntik bekas pasien pun bisa jadi penderita.

Karena itu, tidak pada tempatnya mengucilkan ODHA. Mereka juga harus dirangkul, didukung dan dilindungi. Sebabnya antara lain penyakit ini meski sangat mematikan tapi tidak seketika. Penderita bisa hidup bertahun-tahun dalam penderitaan. Sistem kekebalan tubuhnya digerogoti. Bak buah yang membusuk perlahan sehingga jadi sarang bagi hewan seperti belatung untuk berkembang biak, begitulah tubuh seorang ODHA. Mengerikan bukan?

Dengan kesadaran tersebut, bila di sekitar kita ada ODHA, maka bila ia tanggungan langsung kita, kita tak boleh lari dari tanggung-jawab. Bila ia bukan keluarga inti atau tanggungan langsung kita, maka minimal empati dan simpati bisa kita berikan. Jangan jauhi ODHA karena interaksi sosial dengannya tidak berbahaya. Hanya saja memang jangan sampai zat tubuhnya seperti darah dan air liur masuk ke tubuh orang sehat karena bisa tertular. Misalnya dengan makan dan minum dari piring yang sama. Apalagi penggunaan alat yang bisa menimbulkan darah seperti alat pencukur jenggot pria atau pisau dapur.

Pendeknya, kita semua harus bahu-membahu, saling mengingatkan sesama tentang bahaya penyakit AIDS yang disebabkan virus HIV ini. Pelajari dari internet atau sumber lain. Dan sekali lagi, dukung ODHA!

 

Ilustrasi: bac-ny.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s