It’s My Life

Bon Jovi-Jakarta

Kembali Indonesia kedatangan “pengamen kelas dunia”. Dia adalah grup band rock Bon Jovi asal Amerika Serikat. Mereka menggelar konser di Gelora Bung Karno pada hari Jum’at, 11 September 2015 pekan lalu. Seperti halnya konser Ariana Grande bulan lalu, pentas musik ini pun laris-manis tanjung kimpul. Harga tiket termurahnya Rp 500 ribu dan termahal Rp 3,5 juta. Dan semuanya sold-out! Total 40 ribu orang memadati lokasi pertunjukan. Hebat kan negeri kita? “Wong londo” saja “nggolek duwik” di sini toh?

Bon Jovi adalah salah satu grup musik kesukaan saya. Banyak yang keliru mengira ini cuma nama satu orang penyanyi solo seperti Ariana Grande. Padahal, Bon Jovi adalah rock band. Sementara penyanyi utama (lead singer)-nya adalah Jon Bon Jovi, yang memang adalah pendirinya. Pria bernama asli John Francis Bongiovi, Jr. ini lahir di New Jersey, 2 Maret 1962. Dan ia merupakan pemimpin yang baik bagi band ini. Salah satu buktinya adalah formasi ketiga orang pendirinya tetap sama sejak 1983.

Selain Jon Bon Jovi, ada Tico Torres di drum dan perkusi serta David Bryan di keyboard dan piano merangkap backing vocal. Anggota awal yang sudah tidak bersama lagi adalah Dave Sabo pada lead guitar yang hanya bertahan setahun dan Alec John Such pemain bass yang bertahan 11 tahun. Keduanya juga merangkap sebagai backing vocal. Selain itu, ada satu anggota awal band lainnya yang juga terkenal yaitu Richie Sambora. Pemain lead guitar, talkbox dan backing vocal ini menjadi anggota Bon Jovi selama 30 tahun, sejak 1983 hingga 2013.

Saya bohong kalau bilang merupakan penggemar fanatik Bon Jovi sejak awal. Sebabnya sederhana, pada 1983, saya masih SD! Jadi, tentu sulit mengerti musik rock seperti yang mereka bawakan. Saya tidak ingat pertama kali kenal Bon Jovi kapan, dan lagu apa yang saya dengarkan, tapi kira-kira SMA baru saya tahu mereka. Kalau tidak salah malah tahu pertama kali dari membaca majalah Hai yang dilanggankan orangtua saya.

Tapi, beberapa lagunya ‘kena di hati’ justru saat saya mengalami problematika kehidupan beberapa tahun belakangan ini. Satu yang paling bagus tentu saja adalah “It’s My Life”. Seperti didendangkan oleh Jon Bon Jovi, “This ain’t a song for the broken-hearted”. Karena di lagu ini, ia mengajak pendengarnya untuk bersemangat menghadapi hidup. Mengatasi masalah sembari mengambil tanggung-jawab di pundak sendiri. Karena “inilah hidupku, sekarang atau tidak sama sekali!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s