Break Free

every-shot-of-ariana-grandes-right-side-in-break--2-15064-1410322968-4_dblbig

Ariana Grande baru saja melaksanakan konser di Jakarta pada hari Rabu (26/8) pekan lalu. Konser dengan harga tiket termurah Rp 800 ribu dan termahal Rp 6 juta itu ternyata dibanjiri penggemar. Tak kurang dari 11 ribu orang memadati arena pergelaran di PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dahsyat?

Bisa jadi. Karena konser ini digelar di tengah kondisi perekonomian bangsa yang menurun. Dibilang krisis, fundamental ekonomi kita kuat. Tetapi dikatakan tidak krisis, dollar menguat terhadap rupiah. Dan ini berakibat panjang karena jelas ujungnya merambat ke harga-harga barang yang naik.

Kesampingkan analisa abal-abal itu. Karena saya bahkan bukan ahli ekonomi makro. Omong-kosong bila saya bahas hal itu. Satu saja saya mau katakan. Bahwa tidak ada hubungannya menepis fenomena negeri kita di ambang krisis dengan fenomena ramainya pengunjung konser. Sebabnya? Pertama, konser semacam ini sudah direncanakan sejak lama. Paling tidak perlu 2 tahun sebelumnya bagi promoter untuk “booking” jadwal ke pihak manajemen dan label sang penyanyi. Kedua, penikmat konser adalah golongan ekonomi menengah atas. Sebagiannya baru saja melakukan “social climbing” dari kelas C atau B- ke B, atau dari B ke B+. Sehingga, bisa dibilang, mereka memang “kebanyakan duit”.

Seperti kita ketahui bersama, Indonesia sebenarnya sudah bukan lagi negara berkembang. Dengan tembusnya GNP (Gross National Product=Pendapatan Nasional Per Kapita) kita melebihi angka US$ 3,000 per tahun, maka kita sudah dikelompokkan negara industri. Ini satu langkah lagi menuju negara maju yang harus memiliki GNP di atas US$ 10,000 per tahun. Maka, tak heran kalau warga negara kita pun banyak yang jadi “Orang Kaya Baru” alias “kaya mendadak”. Karena kebutuhan pokok sudah terpenuhi, maka tak heran gaya hidup seperti menonton konser ini diburu habis-habisan.

Mari kita tinggalkan soal ekonomi dan moneter nasional. Kita lirik kiprah penyanyi yang menjadi fenomena baru di blantika musik internasional. Wanita bernama asli Ariana Grande-Butera yang lahir pada 26 Juni 1993 ini sudah mengejar karir sejak usia 14 tahun. Tetapi ia sudah berlatih nyanyi dan teater sejak usia 8 tahun. Dan itu justru dilakukannya saat kedua orangtuanya bercerai. Luar biasa kan?

Bila kita seringkali terpuruk pada ujian kehidupan, Ariana kecil tidak. Ia justru meneguhkan tekad mengejar mimpinya sendiri: eksis di dunia hiburan. Eksis yang bukan sekedar narsis dengan “selfie” untuk dipajang di media sosial. Tapi eksis yang nyata-nyata seeksis-eksisnya: menjadi Diva.

Kita pun seharusnya mampu mencontoh teladan dari penyanyi muda, seksi, dan cantik ini. Fokus saja pada potensi terbaik diri kita. Maksimalkan dengan kerja sekeras-kerasnya, dengan memanfaatkan setiap peluang secerdas-cerdasnya. Apa pun tantangan, hambatan, cobaan dan ujian yang kita hadapi, terjang, dan bebaskan diri dari segala keterkungkungan. Break Free!

Dengan lagunya Break Free, ia seakan hendak mengajak siapa saja yang mendengarnya untuk meraih mimpi. Seperti syair lagu di bagian awal: “If you want it… take it!”

 

Foto: www.buzzfeed.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s