Cukup!

FB FanPage BMH-Spyros-Clash of The Titans

Dari mana sebenarnya keinginan merdeka?

Dari tekad kuat dan keberanian untuk mengatakan satu kata: “Cukup!”

Cukup pada apa? Cukup pada penindasan!

Itulah yang diutarakan Spyros “si nelayan” kepada Perseus. Lakon dalam film Clash of the Titans (2010) tersebut berasal dari legenda Yunani Kuno tentang para dewa-dewi. Kisahnya, terjadi pemberontakan atas penindasan yang dilakukan para dewa terhadap manusia. Dan saat itulah muncul Perseus yang melakukan apa yang sudah dikatakan Spyros. Ia berkata “cukup!” dan berdiri melawan sang tiran.

Itulah juga yang dilakukan oleh Soekarno, Hatta, Achmad Soebardjo, Sjahrir, M. Yamin, Soekarni, Wikana, dan para tokoh pendiri bangsa kita lainnya. Mereka sadar, bahwa bila tak ada yang berani berdiri melawan penjajahan, maka Indonesia tak akan merdeka. Momentum dibom atomnya Nagasaki dan Hiroshima menjadi penting karena saat itu Indonesia dikuasai Jepang. Dengan takluknya Jepang sebagai bagian dari aliansi “poros” Nazi kepada “sekutu” dipimpin AS-US, maka terjadi kekosongan kekuasaan pemerintahan. Meski para tokoh tua sempat ragu, tapi karena desakan pemuda akhirnya kita memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Begitulah. Kita kerapkali harus merebut kemerdekaan kita sendiri. Dari penjajahan yang kerapkali tak kasat mata. Sebagai manusia, kita kerapkali tak menyadarinya bahwa kita masih terkungkung penjajahan.

Apa contohnya?

Sederhana. Uang.

Berapa banyak dari kita yang masih belum “merdeka secara finansial” ? Saya beberapa kali dicurhati teman yang bingung karena uangnya selalu habis. Padahal, yang bersangkutan bekerja tetap di perusahaan bagus. Bila sudah berkeluarga, tentu agak bisa “dimaklumi”. Tapi akan terasa lebih membingungkan bila yang bersangkutan masih “single”. Karena saya secara formal bukan “financial planner”, maka saya pun tak berkompeten memberikan saran soal uang.

Maka, saya pun cuma mencoba mengubah sudut pandang dan pola berpikir. Bahwa uang memang jelas penting dan kita perlukan dalam hidup. Tetapi, ia bukan segalanya. Kita tidak boleh menggadaikan kemerdekaan hidup kita pada penjajahan materialisme. Demikian pula kondisi lain yang dianggap menghalangi kebahagiaan sebagai esensi dari kemerdekaan. Mungkin kita bisa mendendangkan sebait lagunya Koes Plus yang berjudul “Bujangan”: “Hati senang walau tak punya uang….” Hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s