Khilafah

Islamic_State_(IS)_insurgents,_Anbar_Province,_Iraq

Besok, di Gelora Bung Karno, akan diadakan rapat akbar Hizbut Tahrir Indonesia. Organisasi yang diimpor dari Mesir ini konsisten menyerukan penegakan khilafah.

Apa sih khilafah?

Menurut mereka, itu adalah pemerintahan negara yang berdasarkan hukum agama islam atau syariat.

Kenapa?

Karena menurut mereka, inilah solusi bagi permasalahan dunia saat ini.

Lantas, apa yang salah dengan demokrasi?

Masih menurut mereka, sistem itu dibuat orang kafir dan menjalankannya berarti sama dengan kafir.

Memangnya, kondisi dunia saat ini seperti apa sih?

Menurut mereka lagi, terjadinya penindasan, kemelaratan, kebodohan, dan berbagai masalah itu adalah karena manusia jauh dari Tuhan, terutama Tuhan agama mereka sendiri.

Apakah ada buktinya kekhilafahan membawa kesejahteraan?

Mereka yakin, selama 14 abad Islam menguasai dunia, khilafah terbukti jaya.

Keyakinan mereka itu jelas sekali taklid buta. Saya sendiri pernah beberapa kali “berdiskusi” dengan petinggi HTI, tetapi mereka ternyata tidak menguasai konsep khilafah yang mereka perjuangkan dengan lantang dan keras itu. Satu contoh sederhana, banyak di antara mereka tidak tahu fakta sejarah bahwa dalam sejarah dunia, pernah ada tiga orang bergelar khalifah sekaligus di saat bersamaan. Dan dari segi dinasti, ada empat kekhilafahan yang silih berganti menguasai. Bahkan ada yang pernah saling berperang dan membunuh. Belum lagi fakta bahwa banyak khalifah justru jauh dari agama. Kita masih bisa melihat bukti fisiknya hingga kini masih utuh dan terpelihara di Turki. Yaitu adanya harem untuk ratusan gundik khalifah. Padahal, Islam meyakini istri hanya boleh maksimal empat orang dan dilarang melakukan hubungan badan di luar pernikahan. Tetapi semua itu tidak berlaku bagi khalifah dan tentunya lingkaran dekatnya.

Banyak yang tidak tahu juga bahwa kekhalifahan Islam terakhir yaitu Dinasti Utsmaniyah atau Ottoman yang berpusat di Turki runtuh karena berada di pihak imperium Jerman-Prussia dalam Perang Dunia 1. Akibat kekalahan itu, banyak wilayah imperium yang lepas. Dan kemudian Mustafa Kemal Attaturk memimpin revolusi menumbangkan kekhalifahan dan mendirikan Republik Islam Turki modern. Dan wilayah negara Turki modern sekarang jelas jauh lebih kecil daripada imperium Utsmaniyah.

Tentara kekhalifahan juga kejam. Mereka gemar membunuh. Dinasti Utsmaniyah punya pasukan khusus bernama “Bashi Bozuk” yang tugasnya menteror warga dengan perampasan, pemerkosaan dan pembunuhan. Terutama sekali di kawasan semenanjung Balkan yang membuat banyak warga etnis Serbia dendam hingga melahirkan Perang Bosnia Herzegovina di tahun 1992-1994. Kalau kita membaca komik Tintin karya Herge edisi bahasa Inggris, ungkapan Kapten Haddock saat ketakutan adalah nama pasukan itu. Hanya di Indonesia diterjemahkan menjadi “seribu juta topan badai”.

Sebenarnya, ide khilafah dilandasi ilusi dan delusi kekuasaan. Imperium memang menguasai banyak negara, sehingga khalifah itu seorang raja besar atau maharaja. Dan tentunya, berada di lingkaran kekuasaan besar seperti itu sangat menggiurkan.

Omong kosong bila dalihnya menegakkan agama. Bila pernah ke luar negeri, kondisi beragama di Indonesia sangat baik, bahkan nyaris ideal. Di banyak negara Islam seperti Arab Saudi, wanita dikungkung sedemikan rupa. Diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Berjalan sendirian di jalan umum bisa ditangkap askar atau polisi agama. Tidak boleh menyetir dan menjadi dosen. Dan hal-hal lain yang di kita sudah lama selesai termasuk dengan perjuangan R.A. Kartini yang bisa dibilang keberagamaan Islamnya dari kalangan priyayi, bukan santri.

Kita lihat contoh faktual dan aktual dari IS (Islamic State and Levant, dulu ISIS=Islamic State at Irak and Suriah). Terlepas dari kecurigaan organisasi ini bentukan CIA, tetapi praktek mereka sehari-hari menunjukkan niat membangun kembali kekhilafahan. Lihatlah bagaimana brutalnya mereka kepada musuh. Mereka juga menghalalkan seks sedemikian rupa, hingga punya kamp khusus untuk budak seks. Apakah semua itu ideal?

Mari gunakan otak, bukan sekedar menuruti hawa nafsu berkuasa. Karena sebenarnya mendirikan kekhilafahan cuma sekedar hendak menegakkan supremasi satu golongan atas golongan lain. Menjustifikasi penindasan atas nama agama. Merasa diri paling benar, sementara mereka yang tidak sependapat dihancurkan. Jelas itu bukanlah pikiran dan tindakan manusia beradab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s