Saya & Wanita Pasangan Saya #04

Kimberly Rider, sekedar sebagai gambaran betapa cantiknya salah satu mantan saya... '(Foto: clear.co.id)

Kimberly Rider, sekedar sebagai gambaran betapa cantiknya salah satu mantan saya… ‘(Foto: clear.co.id)

 

Selain mereka, di bangku kuliah saya juga sempat dekat dengan wanita tercantik di jurusan kami, bahkan salah satu yang tercantik di fakultas kami yang terdiri dari 13 jurusan. Saya sempat membuatkan cerpen untuknya di Kompasiana baru-baru ini. Bagaimana gambaran cantiknya? Setelah lulus kuliah dari S-1, ia kemudian menjadi pramugari maskapai asing. Jauh melenceng dari jurusan kami. Ia kemudian menikah dengan WNA dan kuliah lagi hingga punya dua gelar S-1.

Saya juga sempat berhubungan dengan seorang wanita pintar dari kampus lain yang kemudian mengambil S-3 di Jepang. Tapi yang paling “prestisius” bagi saya adalah saat saya punya TDW seorang wanita asli berkebangsaan Jerman yang wajahnya sangat mirip dengan Kimberly Rider, cuantiknya pol hingga kalau kami sedang jalan di mall, orang-orang pasti akan menengok dan yang lelaki “mupeng”. Ia sedang S-2 di sini dan kami sempat ‘jalan’ beberapa lama. Lumayan untuk memperlancar bahasa Inggris dan Jerman saya. Hehehe.

Saya juga ditaksir sejumlah wanita sejak SMA hingga bekerja. Tak jarang mereka menyatakan perasaannya lebih dulu. Sewaktu bekerja di Femina group, saya ditaksir oleh sejumlah model wanita hingga beberapa orang teman redaksi wanita. Yah, namanya juga grup media wanita, pastinya lebih banyak wanitanya dong. Saya tolak mereka semua, walaupun secara fisik sangat menarik. Apa sebabnya? Saya sudah berkomitmen kepada satu orang: pasangan pertama saya, AMP. Banyak saksi soal ini, rata-rata teman kuliah dan rekan sekerja saya.

 

(Bersambung besok)

 

 

Catatan: Tulisan ini pertama kali diterbitkan dalam satu kesatuan sebagai note di FaceBook pada 17 Agustus 2014. Dengan memohon maaf terpaksa saya hapus dari sana karena pribadi kepada siapa saya tujukan tulisan ini telah meninggal dunia pada 29 Desember 2014. Akan terasa ‘sadis’ bila tetap saya cantumkan dengan ‘tag’ kepada account-nya. Di sini pun, nama beliau saya hapus demi menghindari “ghibbah”. Tetapi karena tulisan ini penting bagi saya, terutama sebagai penjelasan bagi “orang bodoh yang sok tahu”, maka sengaja dimuat kembali berdekatan dengan Valentine’s Day. :) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s