Tayangan Positif di Televisi Kita

Ini_Talkshow-NET-1 by Bhayu

Terus terang, saya seringkali muak melihat tayangan televisi Indonesia. Aura negatifnya terlalu kental. Coba saja setel televisi Anda 24 jam. Pantau apa yang mereka tayangkan. Pagi-pagi buta, yang disiarkan sudah berita kriminalitas. Kemudian setelah itu, gosip artis alias infotainment. Kemudian, iklan “beli barang jarak jauh”. Setelah itu aneka acara yang variatif, tetapi untuk konsumsi ibu rumah tangga. Sore hingga malam hari, sudah pasti dikuasai sinetron. Hanya Trans TV dan Global TV yang kerapkali menayangkan film Hollywood berkualitas.

Tetapi sejak setahun belakangan ini, selain televisi kabel tentunya, ada tiga televisi Indonesia yang jadi jadikan alternatif tontonan. Kenapa? Karena tayangannya positif, auranya enak. Pertama adalah Kompas TV yang banyak menayangkan informasi edukatif. Kedua adalah DAAI TV yang banyak memberikan kesejukan dalam nuansa religius. Meskipun agama yang jadi sandaran adalah Buddha yang bukan agama saya, tetapi syukurlah ada banyak pelajaran hidup dari sana. Ketiga adalah yang saya jadikan ‘tontonan wajib’ di sore hari: NET TV.

Acaranya inovatif, termasuk “Ini Talkshow” yang diampu duo komedian Sule dan Andre. Kesegaran tawa yang didapat dari acaranya membuat energi seakan refresh kembali.

Meskipun menonton acara televisi adalah selera, jelas kita bisa menakar kadar positif dalam sebuah acara. Acara kuis atau kumpul-kumpul yang diadakan di sebuah kampung jelas menguntungkan bagi televisi bersangkutan, karena meningkatkan engagement. Tetapi bagi pemirsa, acara itu semata hiburan yang tidak bermakna. Sinetron, bagi saya malah mengajarkan dua hal: konsumerisme dan konflik. Kita melihat, betapa mudahnya karakter dalam sinetron menjadi jahat cuma untuk sebuah hal sederhana saja. Karena itu, bagi saya, lebih baik sama sekali tidak menontonnya, daripada hidup saya terkontaminasi energi negatifnya. Masih ada kok tayangan televisi yang positif. Untunglah…

 

One response to “Tayangan Positif di Televisi Kita

  1. Sebelum saya memberikan sedikit respons, saya ingin tahu sebenarnya, apakah kita ini sebagai penonton TV termasuk sebagai konsumen ? Kalau iya, tentunya kita harus dilindungi oleh Lembaga Konsumen.Sudah lama saya merasakan seperti itu, kalau dengan istilah “muak” kayaknya paling tepat. Betapa tidak, bayangkan sangat lemahnya Penyiaran TV dimana sudah dikuasai oleh “iklan” yang nota bene ya “uang”.Contoh, betapa sangat pentingnya berita “breaking news”, baik mengenai berita penting dari Presiden ataupun dari bencana Banjarnegara, pasti akan digeser oleh berita iklan. Kita sebagai penonton TV yang sedang tegang atau asyiknya melihat suatu peristiwa penting harus diputus dengan hidangan”super breaking news” yang isinya pasti sudah “memuakkan”. Bagaimana dengan ……………..    Anda sekalian ?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s