Malaikat Kematian

angel-of-death-16541

Sejak ribuan tahun lampau, manusia hampir selalu takut kepada kematian. Sosok malaikat kematian selalu digambarkan begitu mengerikannya seperti dalam ilustrasi gambar di atas. Banyak budaya dunia menganggap malaikat kematian sebagai semacam “penjaga gerbang” antara dunia manusia hidup dan dunia manusia mati.

Kematian memang mengerikan. Ibarat saklar listrik, ia bisa membuat segala hal yang sedang dikerjakan terputus. Contohnya apabila saya sedang mengetik di warnet, tentu hilang begitu saja.

Ada paradoks ironis yang sejak lama disadari para agamawan dan filsuf. Bahwa dalam hidup, kematian justru satu-satunya hal yang pasti. Selain itu, tidak pasti. Dengan redaksi penjelasan berbeda, semua agama dan kepercayaan tahu bahwa jalan hidup adalah misteri. Termasuk di dalamnya rezeki dan jodoh.

Kematian itu pasti. Apa yang belum pasti adalah kapan, di mana dan bagaimana kita akan mati.

Seorang ksatria hebat yang mendambakan mati di medan perang, bisa jadi malah mati tua di tempat tidur. Sebaliknya, seorang perawat atau jurnalis, bisa jadi malah tewas tertembus peluru.

Tak ada yang bisa menghindar dari kematian. Di benteng paling kuat sekalipun, maut akan datang. Bersembunyi di puncak gunung tertinggi sekalipun, maut akan datang. Memakan obat atau ramuan paling manjur sekalipun, maut akan datang. Dikawal oleh prajurit sebanyak apa pun, maut akan datang.

Itulah maut yang perkasa.

Tetapi, dalam Islam, malaikat maut tidaklah selalu tampak mengerikan. Justru malaikat Izrail a.s. akan menampakkan sosok paling lembut apabila mencabut nyawa seorang yang beriman. Ia bisa berwujud lelaki atau wanita yang indah, karena malaikat sendiri tidaklah berjenis kelamin.

Maka, berdo’alah semoga maut mendatangi kita dalam bentuk terindahnya. Karena kematian memang amat sangat menyakitkan. Berpisahnya nyawa dari raga digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai “yang paling ringan itu seperti kain yang diletakkan di ranting berduri. Sehingga bila ditarik, pasti robek.” Astaghfirullah al-adhiim.

 

Ilustrasi: wallconvert.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s