Kapal Induk & Poros Maritim Dunia

Gugus tugas armada tempur CVN-62 Abraham Lincoln

Gugus tugas armada tempur CVN-72 Abraham Lincoln

Hari ini, seorang teman saya sewaktu mengambil S-2 bernama Karel Haryo Susetyo menuliskan status FB yang bagi saya menarik. Ia mengatakan perlunya Indonesia memiliki kapal induk. Berangkat dari cerita temannya yang konon pernah bekerja di kapal Induk milik US Navy CVN-72 Abraham Lincoln. Saya tidak tahu apakah temannya itu orang A.S. atau orang Indonesia dengan izin kerja khusus, tapi intinya adalah ide bahwa Indonesia seharusnya memiliki kapal induk. Lucunya, saya pun sepakat dengan penamaannya dengan dua nama proklamator yaitu Soekarno-Hatta. Masing-masing 1 kapal induk untuk Armabar dan Armatim. Untuk diketahui, TNI AL membagi wilayah pertahanan laut menjadi dua: Armada Barat dan Timur.

Di Asia Tenggara, hanya Thailand yang memiliki kapal induk bernama HTMS Chakri Naruebet. Selain Thailand, di Asia ada Jepang, China dan India yang juga punya kapal induk. Kapal induk India bernama INS Vikramaditya dan INS Viraat, milik China bernama Liaoning dan milik Jepang bernama Hyūga dan Ise.

Mungkin bagi penggemar kemiliteran sudah mafhum apa itu kapal induk. Ini adalah kapal perang paling besar ukurannya yang beroperasi selama ini di angkatan laut. Berkemampuan tempur luar biasa, punya ribuan personel dan mampu mengarungi samudra dan lautan dunia selama berbulan-bulan tanpa henti. Sebenarnya dari sisi daya angkut, ada dua macam kapal induk (bahasa Inggrisnya carrier). Pertama adalah kapal induk pengangkut pesawat (aircraft carrier), sementara kedua adalah kapal induk pengangkut helikopter (helicopter carrier). Kapal induk milik Jepang masuk kategori kedua, ini bisa jadi akibat pembatasan karena kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. Padahal, tadinya Jepang punya tak kurang dari 20 aircraft carrier yang pernah menghancurkan pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii.

Kapal induk tak pernah beroperasi sendiri. Karena besar dan mahal, maka ia harus dikawal ketat oleh kapal-kapal perang lain. Maka, biasanya satu aircraft carrier akan punya satu gugus tugas armada tempur sendiri. Biasanya terdiri dari sejumlah corvette, frigate bahkan ada pula yang memiliki destroyer. Jumlah kapal perang pengawalnya bisa 10-20 unit.

Dari segi mesin, semua kapal induk pengangkut pesawat milik Amerika Serikat saat ini bertenaga nuklir. AS saat ini adalah negara dengan angkatan bersenjata terbesar di dunia termasuk armada angkatan laut dengan 10 aircraft carrier dan 10 helicopter carrier yang juga berfungsi sebagai kapal pendarat. Namun sebenarnya masih ada kapal induk bertenaga diesel-elektrik dan gas-turbine. Ini bisa jadi solusi karena penguasaan nuklir memerlukan izin khusus karena adanya traktat proliferasi nuklir dunia.

Dalam soal nuklir pun, saya berpendapat bahwa Indonesia sebagai negara besar sangat berhak memilikinya. Senjata nuklir biasanya dipasang sebagai hulu ledak di peluru kendali antar benua (ICBM=Inter Continental Ballistic Missile). Tetapi kita bisa memulainya dari PLTN atau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Sebenarnya, dengan penjagaan ketat, energi nuklir justru lebih ramah lingkungan. Bahayanya hanyalah kebocoran. Apabila terjadi, memang mengerikan seperti tragedi Chernobyl di Rusia tanggal 26 April 1986. Tetapi ini sebenarnya sangat jarang. Lagipula, muncul spekulasi bahwa tragedi itu sebenarnya adalah “peledakan” karena adanya rahasia yang harus ditutupi. Ini tentu berbeda dengan kecelakaan di PLTN Fukushima Daiichi Jepang akibat gempa dan tsunami pada 11 Maret 2011.

Sebenarnya ini semua sejalan dengan cita-cita pemerintahan Jokowi-JK yang ingin menjadikan Indonesia sebagai “poros maritim dunia”. Negara kepulauan (archipelago) dan bukan negara benua (continental) seperti kita memang sangat tepat bila menjadikan laut sebagai fokus. Dan salah satu jalannya adalah memiliki kapal induk yang selain berfungsi sebagai pertahanan penimbul efek penggentar (deterrent effect), juga mampu menyerap begitu banyak tenaga kerja dan alih teknologi. Kita akan maju pesat dan dihormati sebagai negara berpengaruh di dunia. Negara-negara tetangga termasuk para penjahat pencuri kekayanan laut kita niscaya akan terkikis habis. Semoga.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s