Ruang, Waktu & Dimensi (3)

inception_infographic_preview

Ya. Peristiwa pertama adalah Isra’ Mi’raj. Para ahli fiqh bersilang-pendapat soal ini. Ada yang berpendapat perjalanan Nabi Muhammad SAW adalah perjalanan ruhani, tapi ada juga yang meyakini itu perjalanan fisik. Tetapi ada yang dilupakan, yang mana pun yang diyakini, Isra’ Mi’raj adalah pembuktian relativitas “ruang, waktu, dan dimensi”. Bagaimana mungkin seseorang melakukan perjalanan sejauh itu cuma dalam semalam? Bahkan, hingga kini pun masih belum mungkin karena ada kisah ‘menembus langit’-nya segala. Mungkin, memang tak akan pernah mungkin teknologi manusia bisa mencapainya.

Sedangkan peristiwa kedua adalah ditahannya matahari untuk tenggelam oleh ALLAH SWT ketika Nabi Muhammad SAW berdo’a memintanya. Itu berarti, rotasi Bumi melambat untuk sementara. Apa sebabnya? Karena sepupu Nabi yang juga menantunya dan kemudian jadi Khalifah keempat yaitu Sayyidina Ali r.a. belum menegakkan shalat Ashar seusai perjalanan jauh. Matahari tenggelam lebih lambat hari itu. Satu kali saja seumur Bumi kejadian itu dipercaya terjadi.

mansour-mouasher2Sebenarnya, ada satu lagi kejadian terkait “relativitas waktu” dalam Al-Qur’an yang bahkan dijadikan nama surat, yaitu Al-Kahfi. Kejadian ini merupakan satu pengakuan ALLAH SWT sendiri bahwa waktu sangat mungkin dimanipulasi. Kisahnya adalah mengenai para pemuda di zaman pra-Islam yang melarikan diri karena mempertahankan ketauhidan. Mereka bersembunyi di sebuah gua dalam waktu lama hingga raja yang mengejarnya telah meninggal dan generasi berganti. Tetapi para pemuda itu –dan seekor anjingnya- tidak bertambah tua sehari pun. Para pemuda itu disebut Ashabul Kahfi, dan dalam keterangan yang sangat unik yang tidak saya temukan di kitab suci agama lain adalah selain mereka, anjing yang menyertainya pun masuk surga. Jadi, memang ada surga untuk hewan, bahkan sebenarnya untuk semua makhluk bernyawa.

Tiga rekaman kejadian agamis itu membuat saya yakin, bahwa “ruang, waktu dan dimensi” itu relatif. Ada contoh lain dari agama dan legenda, sayangnya ini agak tidak ilmiah karena melibatkan makhluk ghaib.

Dari agama, juga ada kisah Nabi Sulaiman yang konon meminta diambilkan singgasana Ratu Bilqis oleh raja jin. Dan dalam sekejap mata, singgasana yang letaknya beratus kilometer sudah ada di hadapan. Dalam kisah legenda Jawa, kita tahu ada legenda Roro Jonggrang yang meminta dibangunkan seribu patung dalam Candi Sewu oleh Bandung Bondowoso (bukan meminta dibangunkan Tangkuban Prahu lho. Hehe). Di negara lain juga ada kisah serupa, termasuk pembangunan piramida di Mesir, tembok besar China, dan tembok Praha yang punya kisah mistisnya masing-masing. Semuanya terkait manipulasi “Ruang, Waktu, dan Dimensi”.

Bila memang itu mungkin, pertanyaannya sekarang: bagaimana caranya?

Ada adagium yang saya tahu betul, “kalau tak mampu keluar, masuklah makin ke dalam.” Kondisi ini diusung sebagai ide tulisan antara lain dalam buku the Celestine Prophecy-nya James Redfield hingga quantalogi Supernova-nya Dewi Lestari. Saya juga melihatnya kembali diusung dalam film X-Men: Days of Future Past (2014) seperti saya tulis dua hari lalu.

Alih-alih membuat peralatan berteknologi tinggi untuk membuat semacam portal guna menuju lorong waktu, ruang dan dimensi, manusia diarahkan ke dalam. Masuk jauh ke dalam jiwa dan pikirannya. Karena saya jelas tak punya uang, ilmu, dan keahlian cukup untuk mewujudkan teknologi, maka saya tertarik mencobanya. Metodenya? Tontonlah film Inception (2010). Bedanya, saya menggunakan high meditation, tanpa rekayasa obat.

Silahkan tuding saya gila. Dulu pun Galileo-Galilei dan Copernicus dituding gila saat menyatakan Bumi itu bulat, bukan datar dan mengelilingi matahari.

Saya melakukan berbagai percobaan, tapi belum berhasil mencapai apa yang saya inginkan. Di Inception, mereka berhasil mencapai 4 level mimpi normal ditambah 1 level terbawah yang sangat dihindari. Saya baru berhasil mencapai 2 level. Untuk level ketiga, pernah sekali saya berhasil, tapi sangat sulit diulangi. Sementara untuk level ke-2, sudah bisa saya repetisi lebih kerap. Untuk lebih jelasnya, lihat ilustrasi di bawah:

5 levels of dream-inception

 

Featured image dan inside image (prasasti lokasi Ashabul Kahfi): heliconiaweblog.com

Top image: ustandout.com

Bottom image: www.cinemablend.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s