Ruang, Waktu, dan Dimensi (1)

Kitty

Kitty Pryde sedang mengirim Wolverine ke masa lalu.

Sudah sejak lama saya tertarik pada konsep “Ruang, Waktu dan Dimensi”. Ini konsep yang berat dan rumit, jadi maaf ya, bagi yang nggak nyampe ya nggak usah komentar negatif. Pasti tidak akan di-approve dan langsung saya ban. Demikian pula bagi yang merasa paling shaleh menurut penafsiran agamanya sendiri, please, belajar lagi deh. Carilah dulu guru yang lebih pinter, baru komentar. Jangan serampangan menuduh ateis, tak bermoral. takhayul, atau semacamnya.

Saya sendiri tidak mengerti perhitungan matematisnya, namun konsep filosofisnya saya sangat paham. Cobalah baca buku Stephen Hawking, The Theory of Everything: The Origin and Fate of the Universe (2002) yang juga sudah difilmkan di 2014 ini, dimana sebenarnya lebih filosofis daripada fisika. Karena di sana masih banyak hipotesis dan teorema yang belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Konsep “Ruang, Waktu, dan Dimensi” sendiri adalah milik fisika. Ia domain eksklusif ilmu ini, walau bisa ditarik akarnya dari matematika. Saya sendiri tertarik pada isyu ini semenjak menyaksikan trilogi film The Matrix (1999). Saya seakan ‘dibangunkan’, jangan-jangan saya selama ini tidur, hanya saja tidak sadar.

Karena saya sangat senang menyaksikan film, maka bertebaranlah daftar film rujukan saya tentang “Ruang, Waktu, dan Dimensi” ini. Saya menyajikan daftarnya di bawah ini, barangkali ada di antara Anda yang berminat mencari atau menontonnya:

  • The Matrix, trilogy, including additional movie: Animatrix (1999-2003).
  • Star Trek: First Contact (1999)
  • Timeline (2003)
  • The Butterfly Effect (2004)
  • Déjà Vu(2006)
  • Inception (2010)
  • X-Men: Days of Future Past (2014)
  • Edge of Tomorrow (2014)

Akhir-akhir ini,  saya kembali tersentak saat menyaksikan dua film terakhir di daftar tersebut. Karena keduanya termasuk baru dan memberi pemahaman baru bagi saya. Di film X-Men: Days of Future Past (2014), Kitty Pryde dua kali digambarkan mengirim seseorang “kembali ke masa lalu”, walau hanya berupa “kesadaran” (consciousness)-nya. Pertama adalah Bishop dan kedua Wolverine. Keduanya ditujukan untuk mencegah pecahnya perang di masa depan (masa kini di film) dimana mutant dan manusia yang membelanya dikalahkan oleh rezim yang menggunakan mesin bernama “Sentinel”.

Sementara dalam Edge of Tomorrow (2014), Mayor William Cage yang diperankan Tom Cruise mengalami repetisi waktu berkali-kali justru saat ia mati. Tetapi, di sini penyebabnya lebih fiksi daripada sains karena ia mendapatkan kemampuan itu setelah menelan darah dari alien yang disebut Mimic berjenis Alpha. Karena alien itu mampu memanipulasi waktu, maka manusia kalah. Dan justru manusia yang menelan darah Alpha itulah yang mampu mengalahkan alien karena ia juga mampu memanipulasi waktu.

Foto: thewardrobedoor.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s