Naik Ke Langit

sky

Dalam khazanah agama, baik itu Abrahamic atau selainnya, langit seringkali dikonotasikan sebagai ‘tempat yang suci’. Hal itu karena letaknya yang secara geografis jauh tinggi dibandingkan posisi manusia di atas tanah planet ini. Kekuatan supranatural apalagi yang bersifat ketuhanan dibayangkan bersemayam di langit.

Demikian pula dengan dua agama samawi atau Abrahamic, Nasrani dan Islam. Dua hari raya yang berdekatan di pekan ini menunjukkan keyakinan pada hal ini.

Pada hari Selasa, umat Islam memperingati Isra’ Mi’raj. Sementara dua hari kemudian, umat Nasrani merayakan kenaikan Yesus Kristus ke surga.

Semua peringatan agamawi itu melibatkan peristiwa “naik ke langit”. Bila dalam Isra’ Mi’raj Kekasih Tuhan Rasulullah Muhammad SAW melakukan perjalanan menjumpai ALLAH SWT, dalam kenaikan Yesus Kristus dipercaya Ia naik ke surga 40 hari setelah kebangkitannya lantas  duduk di sebelah kanan Bapa.

Semua itu menunjukkan betapa langit menduduki peran penting dalam keyakinan beragama. Ia adalah tempat segala yang dianggap sakral. Bahkan, dengan beberapa pengertian berbeda, ia juga tempat tinggal Tuhan.

Agama-agama non-Abrahamic pun memilki keyakinan yang mirip. Malah, para dewa atau tuhan agama lain tersebut dikisahkan bisa naik-turun setiap saat dari langit ke Bumi atau sebaliknya. Atau minimal, mereka akan datang ke Bumi bila diperlukan atau dalam situasi tertentu yang dianggap perlu. Tapi, tetap saja, langit atau tempat yang tinggi dianggap suci. Memang, terkadang langitnya bukan langit, tapi tempat yang tinggi seperti gunung. Tapi hakekat dari itu sama saja.

Memaknai itu, kita manusia seyogyanya senantiasa membumi, menginjak tanah. Baik ini dalam konteks agar selalu rendah hati, maupun juga dalam hal realistis dalam bercita-cita. Karena kita manusia yang masih melata di atas tanah, bukan dewa apalagi tuhan yang tinggal di langit nun jauh tinggi. Kita penuh keterbatasan, bukan seperti makhluk langit yang memilliki berbagai kemampuan. Apalagi tuhan atau dewa yang jelas punya kemampuan di atas makhluk lainnya.

Ilustrasi: www.mrwallpaper.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s