Harkitnas & Pilpres

medium_8harkitnas20

Makna peringatan hari ini sebagai salah satu hari bersejarah bangsa tertutupi oleh hingar-bingar penetapan calon Presiden-Wakil Presiden yang akan bertarung di Pilpres 9 Juli 2014 mendatang. Padahal, hari ini sangat penting. Karena tanpanya, negara bernama Indonesia tidak akan berdiri.

Tanggal 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional. Sejatinya, di tanggal ini satu organisasi pergerakan kebangsaan penting berdiri. Itulah Boedi Oetomo. Dari organisasi inilah kesadaran akan adanya persatuan dan perlunya kemerdekaan sebuah bangsa yang berdiri sendiri muncul. Sebelumnya, perlawanan terhadap pemerintahan Hindia Belanda maupun VOC hanya secara sporadis dan melalui jalan kekerasan. Sejak berdirinya Boedi Oetomo, maka perjuangan dialihkan kepada diplomasi dan pendidikan. Upaya mengedukasi masyarakat memanfaatkan Politik Etis diberdayakan. Ide-ide kebangsaan ditumbuhkan, sehingga 20 tahun kemudian para pemuda menggalang Sumpah Pemuda yang juga penting bagi tahapan pra-kemerdekaan Indonesia.

Di jenjang pribadi, kebangkitan ini bisa dimaknai kemauan untuk bangkit dari keterpurukan. Hidup memang penuh kendala dan ujian, justru itu untuk diatasi. Di saat bersamaan, manusia harus senantiasa berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Maka, kebangkitan nasional bisa dimaknai sebagai kepedulian kepada nasib bangsa, termasuk melalui Pilpres ini.

Bagi saya pribadi, Pilpres lebih penting daripada Pemilu legislatif. Kenapa? Karena sosok Presiden adalah warga negara nomor satu yang begitu kuat dalam sistem presidensial. Kesalahan atau kekeliruan memilih calon, akan berakibat pada perjalanan bangsa lima tahun ke depan. Itu bisa berarti, pengkhianatan kepada cita-cita para pendiri bangsa termasuk mereka yang membesut Boedi Oetomo. Karena di saat itulah kita menyadari sebagai bangsa yang heterogen. Bangsa yang tidak diperuntukkan bagi suku, agama, ras, golongan apalagi jenis kelamin tertentu.

Maka, bagi saya jelas. Dari deklarasi kemarin saja terlihat mana yang lebih mengusung visi-misi sesuai amanah pendiri bangsa besar ini. Kita harus membela dan memilih calon yang mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika daripada yang diam-diam menuju ke pemaksaan diktator mayoritas.

 

Ilustrasi: sitarokab.go.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s