Masalah & Solusi

ProblemSolution-2.12.10

Status yang ditulis di salah satu account FaceBook friend menginspirasi saya untuk menuliskan hal ini. Ia menulis status bernada retoris, “apa ada masalah yang tidak ada solusinya?” Sepertinya ia mengharapkan jawaban “ada” untuk membenarkan kegalauannya. Tapi saya mengomentari dengan “mungkin yang lebih tepat adalah ada masalah yang solusinya tidak sesuai dengan keinginan kita”. Kenapa begitu? Karena dalam agama saya ada keyakinan bahwa Tuhan tidak membiarkan adanya suatu masalah tanpa solusi. Mustahil ada penyakit tanpa obat. Lagipula, Tuhan tidak akan memberikan masalah melebihi kemampuan hamba-Nya.

Jadi, sebenarnya setiap masalah ada solusinya. Hanya saja, bisa jadi hanya belum ditemukan saja. Tinggal masalah waktu disertai ketekunan dan kesabaran. Tentu, ikhtiar sangat penting di sini. Tidak bisa kita berharap ada solusi tanpa ada ikhtiar mencarinya.

Masalahnya, dalam soal-soal personal, seringkali kita tidak menyadari bahwa solusinya sebenarnya sudah ada. Seringkali, kita berputar  ke mana-mana mencari solusi, padahal ia sudah tersedia di hadapan kita saat ini juga. Masalahnya, selain nggak ngeh, juga bisa dikarenakan tidak mau mengakui bahwa itulah solusi yang dibutuhkan.

Saya jadi ingat cara Mario Teguh menjawab pertanyaan penonton dalam acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Saat ada yang bertanya, “Pak Mario, bagaimana caranya agar tidak malas?” Jawabannya singkat, “Ya jangan malas.”

Terlihat menyederhanakan masalah?

Sebenarnya, seringkali kita sendirilah yang memperumit masalah.

Coba pikir, apa yang harus ada pertama kali saat akan melakukan sesuatu? Betul. Niat.

Apa yang dikatakan Mario Teguh itu adalah niat, yang diikuti tekad dan kemauan. Itu dulu.

Untuk sampai ke sana, diperlukan mindset atau pola pikir yang tepat.

Intinya, kita malah harus menengok ke dalam diri untuk mendapatkan solusi. Apa sebenarnya yang kita inginkan? Bersediakah kita melakukan sesuatu untuk mendapatkan solusi? Seringkali itu sebenarnya semudah mencoret kata “problems” dan menggantinya dengan menuliskan kata “solutions”.

Kembali ke pembahasan di paragraf pertama tadi, seringkali kitalah yang tidak mau melaksanakan solusi itu, karena tidak sesuai dengan keinginan kita. Contoh konkret, kalau rumah kita kotor dan berantakan, apa yang harus dilakukan? Anak kecil pun tahu jawabannya, ya dibersihkan dan dibereskan. Tapi, masalahnya, siapa yang harus melakukan? Di sinilah kemudian muncul saling lempar tanggung jawab. “Bukan saya,” itu kata semua orang. Lho, kalau itu rumah Anda, lantas siapa lagi yang musti membereskan dan membersihkannya kalau bukan Anda? Bukankah hasilnya juga Anda yang akan menikmatinya sendiri?

Itulah seringkali solusi yang tidak sesuai keinginan. Kecenderungan manusia memang mau santai dan menang sendiri. Kalau bisa, semua ingin jadi raja. Dilayani, semua sudah ada, tinggal leyeh-leyeh saja. Mau apa pun tinggal panggil pelayan. Tapi apakah raja juga bebas masalah? Tidak. Karena ia tetap manusia. Lihat saja berita keluarga kerajaan Inggris misalnya. Mereka tetap punya problema tersendiri bukan?

Kalau Anda punya uang, tentu bisa menggaji orang lain. Tapi tetap saja, ada peran Anda yang dibutuhkan di sana. Pertama, mencari uangnya. Kedua, mencari siapa yang akan mengerjakan. Ketiga, memberi petunjuk dan arahan. Keempat, mengevaluasi hasilnya. Dan kelima, membayar orang yang sudah membantu Anda.

Hanya saja, patut dicatat, sebenarnya masalah itu ya harus dibereskan sendiri oleh yang punya masalah. Jangan menyuruh orang lain membereskan masalah kita. Coba, kalau kita yang disuruh begitu, apa mau?

Maka, tanpa bermaksud meng-endorse salah satu partai politik, saya menyukai jargonnya:

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”

 

Jadi, bereskan masalah Anda sendiri. Kerjakan solusinya. Sekarang!

 

Ilustrasi: blog.center4tobaccopolicy.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s