Air

WWD_2013_infographic

Seberapa besar kita menghargai air? Seringkali, kita tidak menghargainya dengan semestinya. Padahal, air adalah salah satu kebutuhan vital manusia selain udara (oksigen). Tanpa air, manusia biasa hanya bisa bertahan hidup 3 hari. Seorang anggota pasukan komando elite sekali pun hanya bisa bertahan hidup tanpa air sama sekali sekitar 7 hari saja. Jadi, air sangat vital.

Tubuh manusia juga terdiri dari banyak kandungan air, termasuk dalam darah. Sekitar 55 % sampai 78 % organ tubuh kita adalah air. Setiap hari kita perlu 1 sampai 7 liter air untuk diminum. Bumi kita juga mayoritas terdiri dari air, sekitar 71 % pemukaan planet atau 1,4 trilyun kilometer kubik jumlahnya. Tumbuhan dan hewan pun jelas memerlukan air untuk bertahan hidup. Intinya, air yang memiliki rumus kimia H2O ini sangat vital bagi kehidupan.

Para filsuf abad kuno seperti para filsuf alam Yunani Kuno dari Miletos memandang air adalah salah satu sumber pertama kehidupan. Selain air, tanah, angin/udara dan api juga sering disebut sebagai zat awal pembuat kehidupan. Suku-suku bangsa kuno memuja dewa pelindung empat unsur tersebut.

Tapi, manusia zaman modern yang tinggal di kota seringkali mengabaikan hal ini. Berbeda dengan masyarakat kuno atau adat yang begitu menghormati air. Peradaban kuno manusia selalu didirikan di tepi sungai sebagai aliran air atau mata air di gunung. Karena kini air bisa dialirkan sampai jauh dengan sistem irigasi modern (termasuk dengan sistem pipanisasi), maka kita tinggal memutar keran saja untuk mendapatkan air. Padahal, di masa lalu -bahkan hingga kini di tempat-tempat terpencil dan miskin- manusia harus berjalan berkilo-kilo meter selama berjam-jam untuk mendapatkan air bersih. 

Saya yang beragama Islam sering miris melihat perilaku sesama umat Islam yang membuka keran sebesar-besarnya saat berwudhu. Padahal, Rasulullah Muhammad SAW memberi teladan amat sangat baik. Beliau berwudhu hanya dengan air satu mud atau setara dengan satu gelas saja! Kalau ditakar, ini sekitar 100-200 cc jumlahnya. Tidak banyak. Sementara kalau membuka keran air maksimal selama 1 menit saja, jumlahnya bisa lebih dari 1 liter atau 1.000 cc!

Belum lagi perilaku saat mencuci mobil atau pakaian dengan selang yang seringkali dibiarkan mengalir padahal sedang tidak dibutuhkan. Kita juga seringkali mengabaikan lahan serapan air di halaman rumah sehingga air hujan langsung mengalir ke got dan terbuang. Padahal air hujan itu suci dan menyucikan, bersih murni dan seharusnya masuk ke tanah. Tapi ini tidak bisa karena tanahnya kita semen atau terhalang atap. Belum lagi bicara banjir yang berarti juga termasuk menyia-nyiakan air.

Di masa depan, selain minyak bumi, diperkirakan air akan menjadi sumber konflik antar negara. Penguasaan atas sumber-sumber air bisa menimbulkan perang. Sama seperti di abad pertengahan perebutan atas komoditi seperti cengkeh atau emas.

Karena itu, di “Hari Air Sedunia” yang jatuh pada hari ini, saya mengajak kita semua untuk sama-sama menghargai air. Berdasarkan sejarah, “The World Water Day” dicetuskan dalam United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992. Pada Sidang Umum PBB (United Nations General Assembly)  ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993. Marilah kita hargai air, penunjang vital kehidupan kita, sebagai tanda rasa syukur atas karunia Tuhan tersebut.

Ilustrasi: hydro-logic.blogspot.com

Feature image: unwater.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s