Sulit & Mahalnya Ide

thats-a-great-idea

Ada beberapa pembicara motivasi – tapi belum bisa dikategorikan motivator- yang memprovokasi agar kita mengeluarkan saja ide-ide kita kepada siapa saja. Saya bahkan pernah mendengar mantan atasan saya -yang sebenarnya bisa dikategorikan motivator tapi menolak disebut begitu- pernah mengatakan membicarakan ide dan mengulang-ulangnya akan membuat ‘alam mendengar’ dan berujung pada terwujudnya ide kita itu.

Dalam beberapa aspek, saya setuju. Kita memang harus selalu berpikir, berbicara dan bertindak positif.

Memiliki ide dan menyuarakannya adalah salah satunya. Tapi, itu baru satu langkah atau langkah pertama dari ribuan langkah berikutnya. Mewujudkan ide, apalagi yang asli, inovatif, kreatif dan baru perlu perjuangan. Kita bisa mengakses internet dari komputer -apa pun bentuknya- merupakan buah dari ide brilyan. Bukan sekedar Bill Gates dengan Microsoft Windows-nya, tapi juga puluhan insinyur dan ribuan pekerja pabrik industri teknologi informasi. Mewujudkan ide tidak semudah membicarakannya.

Di samping itu, justru harus diingat, ide belum jadi hak karya intelektual bila belum berwujud. Dan, ia harus didaftarkan dulu sebagai hak cipta ke negara baru bisa dilindungi. Di Indonesia, institusi regulator-nya adalah Direktorat Jenderal Hak Karya Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Karena itu, ide bisa dicuri.

Nah, di situlah kita harus berhati-hati. Kalau ide itu kita utarakan kepada seseorang -atau kelompok- apalagi organisasi -termasuk perusahaan- maka kita harus tahu kapabilitas yang bersangkutan. Andaikata ia mampu mewujudkan ide itu, jangan utarakan secara jelas. Atau, jangan beritahu cara mewujudkannya.

Contohnya, Anda punya ide tentang sebuah restoran yang Anda yakin bakal booming kalau dibuat. Tapi, Anda belum punya kemampuan -terutama dana- untuk mewujudkannya. Lantas, Anda bicarakan hal ini dengan teman yang pengusaha restoran. Jangan heran kalau saat ia bicara dengan Anda ia cuma pura-pura diam acuh tak acuh atau malah membantah ide Anda sebagai tidak bagus. Tapi… beberapa waktu kemudian, tiba-tiba saat Anda lewat di suatu tempat strategis, ada sebuah restoran baru dibuka. Saat Anda mampir mencoba, Anda heran konsepnya ’11-12′ dengan ide Anda. Jangan terkejut bila saat Anda bertanya pada pelayan atau restaurant manager, ternyata pemiliknya adalah teman Anda sendiri!

Mendapatkan ide itu sulit. Dan karena itu jadi mahal. Maka, apabila Anda meminta bantuan seseorang untuk mencari ide, apresiasilah sewajarnya. Apalagi kalau bantuan itu bersifat profesional. Saya berharap slide presentasi berikut bisa membuat kita semua lebih menghargai ide:

 

Ilustrasi :dailynews.mcmaster.ca

One response to “Sulit & Mahalnya Ide

  1. Ping-balik: Memilih Nama Usaha | LifeSchool by Bhayu M.H.·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s