Tak Ada Yang Kebetulan

coincidence1920_xthumb

Menurut teori “The Butterfly Effect”, tidak ada kejadian yang kebetulan di dunia ini. Kalau menggunakan bahasa agama, semua sudah dalam perencanaan Tuhan. Akan tetapi, meyakini ini dianggap mempertentangkan dengan kebebasan manusia atau “free will”. Keyakinan Yudeo-Kristiani memang bingung menyatukan ini, hingga para filsuf abad pertengahan banyak yang jadi atheis. Akan tetapi dalam agama saya tidak. ALLAH SWT Yang Maha Berkehendak, Maha Mengetahui dan Maha Pengatur tidaklah bertentangan dengan kehendak bebas manusia. (Soal ini akan saya ulas sepintas lain waktu, kalau membahas tuntas perlu satu buku sendiri).

Ketiadaan kebetulan ini membuat manusia seharusnya lebih mampu menyikapi kejadian dalam kehidupan secara bijaksana. Ini kata yang sangat sulit untuk dilaksanakan.

Kehilangan sesuatu misalnya, akan membuat kita seolah mengalami keruntuhan. Tapi tidak semua orang sama, manusia bisa bertahan hidup karena beberapa faktor. Dan makin banyak faktor yang dimiliki, kemampuan bertahan hidup atau survival­-nya makin bagus pula. Kalau dalam istilah kecerdasan adalah “Adversity Quotient”, kemampuan beradaptasi.

Faktor-faktor itu masih terbagi dua menjadi internal dan eksternal. Secara internal, antara lain ada faktor iman, kekuatan mental, kemampuan beradaptasi, kecerdikan, dan pengalihan. Faktor eksternal misalnya adalah penerimaan sosial, dukungan keluarga, kekuatan ekonomi, strata sosial, dan penemuan solusi.

Ketika manusia menyadari bahwa kehilangan itu niscaya, ia tak lagi memegangi sesuatu yang dimilikinya begitu rupa. Kalau bagi orang beriman, satu-satunya yang harus dipertahankan ya iman kepada Tuhan itu sendiri. Karena iman bisa kepada banyak hal selain Tuhan.

Andaikata kita percaya kepada Tuhan, niscaya kita akan selalu berprasangka baik kepada-Nya. Kejadian apa pun, terjadi atas sepengetahuan-Nya, tapi belum tentu atas kehendak-Nya. Karena selama manusia hidup, sebagian besar kejadian terjadi justru karena pilihan bebas yang digunakannya sendiri. Tuhan hanyalah figur yang mengamati, sambil memberikan keputusan akhir. Tak ada yang kebetulan. Manusia memilih dan berusaha, Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Tinggal kita, apakah mampu menyikapi keputusan itu dengan hati ikhlas, meskipun terkesan merugikan. Karena sekali lagi, tak ada yang kebetulan di dunia ini.

Ilustrasi: diaphanouspresence.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s