Dunia Ini Panggung Sandiwara

New Hampshire's Palace Theatre

Pelawak Jojon yang beken di era 1980-an wafat semalam. Saya masih kecil saat pelawak bernama asli Djuhri Masdjan ini  beliau malang-melintang di berbagai tempat, terutama di TVRI. Saya masih ingat pula, waktu itu ayah saya pernah menghelat sebuah acara di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah, dan beliau menyewa Jayakarta sebagai penghibur. Tentu saja karena grup itu termasuk yang ngetop saat itu selain Srimulat.

Saya tidak mengulas mengenai pribadi almarhum dan perjalanan karirnya. Namun marilah kita mendo’akan agar arwah beliau diterima di sisi-Nya. Aamiin.

Apa yang hendak saya tulis hari ini adalah apa yang saya tuliskan sebagai judul. Saya mengenalnya dipopulerkan oleh Nike Ardilla, padahal ini lagu ciptaan Ahmad Albar yang pertama kali tentu dinyanyikan oleh grupnya: God Bless. Saya tidak membahas soal musik, karena saya bukan ahlinya. Ada sobat saya Sutono Rendra Lysthano yang jauh lebih ahli soal ini. Saya nanti dimarahi olehnya. Hehe.

Kerangka yang saya gunakan adalah pandangan bahwa dunia adalah panggung sandiwara atau teater akbar. Dalam filsafat, kajian tentang ini masuk dalam cabang eksistensialisme.

Kita senantiasa mempersiapkan diri untuk ‘panggung’ itu. Bagi yang pernah mengikuti kegiatan yang perlu ‘panggung’, pasti tahu bahwa persiapannya jauh lebih lama daripada ‘penampilannya’. Olahragawan, pekerja seni, militer, Paskibra atau petugas upacara bendera, dan berbagai lomba, pertandingan serta perlombaan lainnya. Latihannya lama, tampilnya sebentar. Itulah panggung.

Apa yang sering tidak kita sadari adalah, panggung itu sebenarnya ada setiap hari. Bagaimana kita membawa diri di depan orang lain, itulah panggung kita. Bahkan mereka yang paling introvert dan phlegmatic sekali pun punya peran di panggung kehidupan. Saya jadi teringat salah satu keponakan yang baru berusia  4 tahun saat bermain dalam drama Natal mendapatkan peran sebagai “lumpur”. 😀

Menjadi lumpur itu bagi orang lain pasti nggak penting banget, tapi gurunya yang jadi pelatih drama rupanya mengerti kepribadian dan karakter si anak. Ia tidak akan mampu dan juga tidak nyaman bila diberi peran besar. Sebutlah seperti Maria Bunda Yesus atau Maria Magdalena salah satu sahabat Yesus. Perannya ya memang cuma di pinggiran saja. Dia puas cuma jadi lumpur. Dan yang membuat kami terharu, saat itu ia begitu bangga dan mempersiapkan diri sungguh-sungguh untuk perannya itu. Berlatih serius, bahkan menjelang pentas sibuk mempersiapkan kostum lumpurnya, dan saat hari pentas sudah bangun pagi-pagi untuk bersiap-siap tampil.

Panggung baginya ya cukup di dunia sesempit itu dengan peran sekecil itu. Sementara ada memang orang yang tak puas di sana. Ia haus panggung besar. Masalahnya, panggung besar pun perlu pemain besar. Ibarat Piala Dunia saja, tentu pemain sepakbola internasional kelas teratas yang bisa tampil membela negaranya.  Pemain sepakbola “tarkam” mana bisa. Apalagi saya, ngimpi kali ye?

Seringkali manusia salah memilih panggung kehidupannya. Tak jarang juga salah memilih peran. Dan mengingat fakta bahwa banyak orang mati tanpa meninggalkan legacy, maka kebanyakan mereka  tidak optimal saat bermain di panggung sandiwara itu. Saya jadi ingat sebait syair lagu Panggung Sandiwara tadi:  “Ada peran wajar, dan ada peran berpura-pura”. Nah, jangan-jangan ketidakoptimalan itu justru karena ia memilih peran berpura-pura. Saya pun jadi sering bercermin lagi. Sudahkah saya optimal memainkan peran? Targetnya tinggi. Minimal, saat akhir hidup saya berharap akan dianugerahi “Piala Oscar” oleh Tuhan karena berhasil menuntaskan peran di panggung sandiwara kehidupan dengan baik.  Semoga.

Foto: theguardian.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s