Pintar Sekolahan versus Jalanan

photo-jul-07-9-47-11-am

Saya anak sekolahan, itu sudah jelas. Tapi banyak sekali usahawan yang sama sekali bukan anak sekolahan. Dan segelintir dari mereka jadi sangat sukses. Sehingga ada anekdot, kalau mau sukses (dan kaya) tidak perlu sekolah, cukup bisnis saja. Oh ya?

Seringkali nama-nama yang disebutkan adalah drop-out perguruan tinggi. Sebutlah seperti Bill Gates atau Steve Jobs, atau bisa juga lulusan sekolah menengah seperti  Richard Branson. Indonesia punya nama seperti Rusdi Kirana, bahkan ada yang lebih hebat: Liem Sioe Liong. Konglomerat terkaya Indonesia di era Orde Baru ini konon sekolah tak sampai kelas 4 SD.

Tapi benarkah begitu?

Jelas salah. Sekarang mari kita hitung jumlah mereka yang termasuk kategori “lucky bastard” ini. Berapa? Belasan? Puluhan. Saya jamin tak sampai seratus. Lalu, berapa dari mereka yang tak selesai sekolah karena berbagai sebab yang hidup di jalanan? Jutaan atau malah milyaran, Boss. Mereka jadi gelandangan, pemulung, tuna wisma, bahkan ada yang nekat masuk dunia hitam menjadi penjahat aneka jenis, mulai dari sekedar pencuri dan preman terminal sampai mafia narkoba.

Mendikotomiskan usahawan sebagai “school smart” dan “street smart” jelas tak beralasan. Kenapa? Hanya orang malas yang ingin uang “turun dari langit”. Bahkan orang-orang sukses itu yang tidak menyelesaikan sekolahnya bekerja keras. Bill Gates menghabiskan ratusan jam menulis program Microsoft Windows pertama di garasi rumah bersama sahabatnya Paul Allen. Itu sebenarnya setara dengan belajar beberapa semester di kampus.

Sebenarnya, semua usahawan perlu keduanya. Apa yang disebut “school smart” sebenarnya sangat diperlukan seperti pembuatan sistem, laporan keuangan, dan banyak keahlian lainnya. Orang sering mensalah-kaprahkan “street smart” sebagai nggak perlu sekolah, padahal intinya justru ini adalah ketrampilan yang perlu dipraktekkan. Ini antara lain public speaking, negotiation skill, dan lain-lain. Jadi, ini adalah keahlian dan ketrampilan. Kalimat penghubungnya “dan”, bukan “atau” apalagi “lawan”. Tidak perlu dipertentangkan. Fakta yang benar: kita perlu keduanya sama baiknya.

Ilustrasi: parents-are-people-too.com

2 responses to “Pintar Sekolahan versus Jalanan

  1. Ping-balik: Pintar Sekolahan vs Jalanan | Usahawan Pembelajar·

  2. Ping-balik: Pintar Sekolahan versus Jalanan | Usahawan Pembelajar·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s