Pelajaran Mahal

Batman vs Ra's Al GhulDalam 38 tahun usia saya, dua kali saya mendapatkan pelajaran mahal. Ternyata, orang yang paling dipercaya, paling dekat, justru kemudian berkhianat. Dan saat itulah ia jadi musuh terhebat.

Orang paling dekat itu biasanya kita percaya penuh untuk mendampingi kita. Ini tidak selalu pasangan hidup, tapi bisa jadi tetangga, sahabat atau guru-murid. Kenyataannya, mereka bukan saja bisa mengetahui semua rahasia kita, tapi juga pandai mengeksploitasi kelemahan kita.

Dalam cerita fiksi superhero pun, ternyata banyak kisah orang terdekat yang kemudian berkhianat dan jadi musuh terhebat. Contohnya adalah Batman alias Bruce Wayne dan gurunya Ra’s al-Ghul (seperti dalam ilustrasi di atas). Juga ada kisah dua sahabat Charles Francis Xavier alias Profesor X dan Max Eisenhardt alias Magnus alias Erik Lehnsherr alias Deus Maximus yang lebih dikenal sebagai Magneto. Dua nama terakhir adalah karakter dalam seri komik X-Men. Masih banyak contoh lain termasuk para “Bond’s girl” yang ironisnya hampir pasti dibunuh oleh sang agen rahasia James Bond 007.

Pelajaran mahal dalam hidup yang saya alami bila dirupiahkan luar biasa. Lebih dari 1 M nilainya. Tapi itu baru kerugian material, belum kerugian immaterial seperti energi, waktu, rasa aman dan nama baik. Dalam kasus terakhir, saya juga kehilangan mata pencaharian karena perusahaan saya dihancurkan olehnya. Juga jaringan kerja yang diputus. Itu belum termasuk berbagai kerugian lain. Termasuk hal-hal tak kasat mata yang sulit dipercaya akal sehat.

Pahitnya, saat kembali berupaya mencari pertolongan, tak ada yang menolong. Tak ada yang peduli. Paling-paling cuma sekedar simpati. Tapi sudah. That’s it.

Bahkan, seorang yang saya kira sahabat baru malah membuat saya terperangah. Ternyata, ia malah menganggap saya ‘merepotkannya’. Secara tidak adil, ia malah menuduh saya cuma pintar menasehati orang lain tapi tidak bertindak menyelesaikan masalah. Maka, secara pahit lagi-lagi saya menarik pelajaran mahal yang pernah dinasehatkan oleh Lou Holtz:

“Jangan pernah menceritakan masalahmu kepada semua orang. Dua puluh persen orang itu tak peduli. Delapan puluh persen sisanya gembira mendengarnya.”

Kutipan Lou Holtz di atas diambil dari Agung Adiprasetyo. Memetik Matahari: Inspirasi dari Orang yang Melihat Terang dalam Hidupnya. Jakarta: Kompas, 2013. p.110.

Ilustrasi: batman.wikia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s