Jakarta Banjir Lagi

image

Rupanya banjir masih senang mendatangi Jakarta. Setelah pekan lalu mengharu-biru media massa terutama televisi dengan liputan 24 jam seolah darurat bencana sudah melanda, Selasa sore hingga malam berlanjut ke Rabu pagi membuat air kembali menggenangi daerah langganan banjir. Sebenarnya, daerah-daerah yang terlanda banjir saat curah hujan tak tertampung sudah setiap tahun terkena dampaknya. Artinya, itu justru kondisi tak terelakkan karena kontur tanahnya memang di daerah aliran sungai (DAS) atau lebih rendah dari sungai.

Seperti foto-foto eksklusif di atas, yang diambil oleh fotografer Indo Pos Fery Pradolo saat banjir melanda Jakarta pekan lalu, sebenarnya peristiwa ini tidaklah terlalu istimewa. Kenapa? Karena setiap tahun kejadian ini terulang.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam wawancaranya dengan TV One semalam menjelaskan, bahwa Jakarta kemungkinan besar baru akan bebas banjir tahun 2016. Hal ini karena sejumlah proyek sedang dibangun, termasuk normalisasi sejumlah waduk di ibukota dan daerah penyangganya. Namun, proyek prestisius yang akan mengurangi masuknya air laut dari arah Laut Jawa adalah “Giant Sea Wall” yang akan dibangun di Teluk Jakarta.

Saya bukan ahli tata kota juga bukan ahli lingkungan apalagi teknik sipil, cuma saya membayangkan tembok semacam ini jadi mirip dengan apa yang saya lihat di film Pacific Rim (2013). Bedanya, di film itu tembok dibangun untuk menghalangi kaiju, alien yang muncul dari dasar laut. Sementara rencana tembok besar Jakarta ini untuk menghalangi air laut masuk ke ibukota.

Entahlah apakah ini akan efektif atau tidak. Tentu ada para ahli yang sudah menghitung. Saya hanya peduli pada masyarakat yang tiap tahun terkena banjir. Memang dilematis karena kebanyakan mereka justru penghuni liar di bantaran kali. Kalau mau ‘keras’, sebenarnya mereka bahkan tak berhak ada di Jakarta karena tidak memegang surat bukti kependudukan. Tapi ini Indonesia. Pendekatan kependudukan tak akan efektif. Justru para warga pendatang gelap itu malah akan difasilitasi dengan direlokasi dan dipindahkan ke rumah susun. Enak tho?

Banjir di ibukota memang kecil secara skala bencana alam, tapi besar dampaknya karena melumpuhkan aktivitas warga. Jalanan macet berjam-jam, kegiatan ekonomi stagnan, dan bila dibiarkan terus-menerus pada akhirnya akan merugikan negara. Memang perlu dicarikan jalan keluarnya. Dan sebagai warga biasa yang bukan pakar, yuk kita mulai dari diri sendiri. Contoh sederhananya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Banyak kok tindakan pro-aktif kecil yang bisa kita lakukan, tanpa perlu menunggu orang lain. Kalau semua orang sadar pada peran-sertanya di masyarakat, niscaya pemerintah tak perlu repot lagi mensosialisasikan hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan. Dan tanpa terasa, banjir akan minggat dari ibukota. Sip kan?

2 responses to “Jakarta Banjir Lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s