Launching Buku SBY

kartun launching buku SBY

Anda diundang ke acara launching buku terbaru presiden kita tadi malam? Saya dong…  diundang? Ya nggak lah. Sammmaaa….. hehehe….

Sebagai orang yang pernah berkecimpung aktif –dan kini pasif karena cuma sekedar menitipkan sedikit uang saja di perusahaan teman- di dunia Event Organizer (EO), saya sangat tahu bahwa acara semacam ini persiapannya pasti sudah sejak lama. Paling mentok 2 minggu sebelumnya, tapi itu akan membuat jasa EO-nya mahal. Kalau bagus, tentu sudah direncanakan sejak paling tidak 3 bulan sebelumnya. Apalagi untuk buku perlu memastikan terlaksananya sejumlah hal terkait dari beberapa pihak sebelum acara peluncurannya, termasuk editing hingga pencetakan.

Maka, kalau tadi malam SBY tetap mengadakan acara peluncuran bukunya di Assembly Hall Jakarta Convention Centre, Senayan-Jakarta Pusat, saya sangat maklum. Sementara, Anas Urbaningrum juga mengadakan acara serupa di rumah pergerakan PPI (Perhimpunan Pergerakan Indonesia) yang juga kediamannya di Duren Sawit-Jakarta Timur. Karena acara di rumah sendiri, tentu persiapannya tidak ‘seribet’ di gedung sewaan. Tentu saja skala besarnya acara juga berbeda.

Eits, jangan salah lho. Keduanya tentu meluncurkan buku masing-masing, bukan buku yang sama. (ya iyalah bray… semua juga tahu kaleeee). SBY meluncurkan buku berjudul “Selalu Ada Pilihan”, sementara Anas merilis buku berjudul “Janji Kebangsaan Kita”.

Tapi, masyarakat awam terutama media dan pengamat akan memandangnya berbeda. Masalahnya, acara ini diadakan di saat ibukota tengah dikepung banjir sejak sepekan lalu. SBY dianggap kurang peka pada penderitaan rakyat. Belum lagi ia berencana langsung terbang ke Bali untuk mengadakan rapat konsolidasi dengan pengurus Partai Demokrat se-Indonesia. Karena itulah sampai-sampai inilah.com membuat karikatur seperti saya ilustrasikan di atas.

Paradigma saya agak berbeda dengan mereka yang nyinyir itu. Di sini, saya mencoba berpikir adil dan proporsional. Saya pikir, dalam konteks ketatanegaraan, banjir di Jakarta masih dalam ranah tanggung-jawab pemerintah provinsi. Indonesia bukan cuma Jakarta, meski kota ini adalah ibukota negara. Dari skala bencana, meski terkesan meluas, tapi skalanya belum sebesar tsunami 2004 di Aceh. Saya sendiri sempat bekerja sama dengan sebuah LSM asing yang bergerak di bidang mitigasi bencana. Dari mereka saya tahu bahwa ada standarisasi penanganan bencana secara internasional. Dan banjir dalam konteks tidak tertampungnya curah air hujan seperti terjadi di Jakarta belum bisa dikategorikan kondisi darurat bencana. Karena itu, kita lihat tidak ada lembaga kemanusiaan internasional yang turun tangan dalam kondisi banjir di Jakarta. Malah, kondisi pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung yang sudah empat bulan berlangsung lebih layak diperhatikan. Dan dalam hal ini langkah beliau berencana melakukan kunjungan ke sana dalam waktu dekat (rencananya 23-25 Januari 2014) sudah tepat.

So, tak usah terlalu sirik lah kepada pak presiden kita yang multi-talenta itu. Bukankah untuk urusan kota sudah ada struktur pemerintahan di bawahnya yang mengurus? Lagipula, presiden sudah menunjukkan kepekaannya dengan membatalkan hadir di acara World Economic Forum di Davos, Swiss yang sedianya dilakukan pada Rabu-Sabtu (22-25 Januari 2014). Padahal, SBY diagendakan menerima penghargaan prestisius A Global Statesman Award dari lembaga penyelenggaranya yang akan langsung diberikan executive chairman­-nya Prof. Klaus Schwab. Jadi, saya rasa itu sudah cukup sebagai seorang presiden yang beberapa provinsinya kebetulan sedang terkena bencana. Tugas presiden sebagai kepala pemerintahan banyak, tidak semata mengurusi orang-orang comel yang lantang bicara di media saja. Jadi, kali ini saya dalam posisi tidak mengkritisi beliau. Biarkan saja, karena seperti judul bukunya, selalu ada pilihan (yang oleh para pengkritiknya alias haters malah dipelesetkan menjadi “SAPi”, hahaha).

Ilustrasi: inilah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s