Solusi, Bukan Sekedar Resolusi

Setiap pergantian tahun, bagi diri pribadi selain evaluasi diri juga seringkali ditandai dengan resolusi. Ini semacam pencanangan target pribadi agar bisa tercapai dalam satu tahun.

Macam-macam isinya. Ada yang terasa ‘ringan’ karena hanya melibatkan diri sendiri seperti menurunkan berat badan, tapi ada juga yang berat karena selain perlu kerja keras juga melibatkan orang lain, sebutlah seperti promosi dalam pekerjaan atau kesuksesan dalam bisnis.

Sebenarnya tidak sulit membuat resolusi. Masalahnya, seringkali kita berhenti hanya sampai di situ saja. Hal itu karena resolusi seringkali bersifat makro dan terlalu luas. Akibatnya, ia menjadi seperti tak punya pijakan dan mengawang-awang saja bak orang melamun atau mengkhayal. Di sinilah kita perlu ‘jembatan’ bernama “action plan” alias rencana kerja. Di sinilah kita membumikan semua harapan dalam resolusi. Ia harus berubah menjadi solusi.

Bagaimana caranya? Saya selalu menyarankan SWOT lebih dulu. Bagi yang pernah belajar ilmu manajemen atau pernah bekerja cukup lama hingga mencapai jenjang karir cukup memadai tentu tahu. Ini adalah kepanjangan dari Strength, Weakness, Opportunity and Threat. Dialihbahasakan menjadi Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan/Peluang dan Ancaman. Seringkali mudah menerapkan ini pada organisasi termasuk perusahaan, tapi bagaimana dengan diri pribadi secara individual? Di sini, sama seperti organisasi, kita harus tahu apa target kita secara realistis. Misalnya kita boleh punya mimpi memiliki uang 1 milyar, tapi itu dimulai dengan 100 juta, bahkan 10 atau 1 juta dulu. Untuk bisa ke sana, kita harus membuat semacam “daftar cara”. Kalau Anda punya dana, ikutilah pelatihan berbayar, atau beli buku pengembangan diri.

Namun waspadalah, kita manusia ini penuh kelemahan. Kalau Anda ingin menguasai bahasa asing, jelas tidak bisa semua bahasa kita kuasai. Minimal fasihlah di bahasa Inggris dan satu bahasa asing lainnya, juga minimal satu bahasa daerah asal orangtua Anda. Mustahil kita bisa menguasai semua bahasa yang ada di Bumi. Demikian pula kompetensi. Penting untuk berwawasan luas, tapi jadilah spesialis di satu atau beberapa bidang saja. Ini akan membuat Anda ‘mahal’. Berhentilah jadi ‘orang kebanyakan’ kalau mau kehidupan Anda meningkat. Jadilah solusi bagi orang lain, jangan hanya pandai membuat resolusi bagi diri sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s