Menjadi Matahari

Sun

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Saya menerima permintaan dari suatu majalah Islam berbahasa Indonesia yang terbit di luar negeri untuk menjadi kolumnis tetap. Ini berarti saya musti menyiapkan materi secara teratur setiap dateline majalah tersebut yang terbit bulanan. Jelas, ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya. Lebih dari itu, ini merupakan sebuah amanah dari Tuhan. Amanah yang harus saya jaga dan perjuangkan hingga ke akherat kelak.

Ini seolah membuka jalan bagi niat saya untuk melaksanakan pesan Ibu: “Jadilah matahari yang menerangi banyak orang, jangan cuma jadi lilin bagi satu orang saja.” Pesan ini sangat dalam makna filosofisnya. Lilin merupakan simbol pengorbanan diri, karena ia membakar dirinya hingga habis untuk memberi terang. Makanya, lilin sering dipakai sebagai analogi pengorbanan Yesus di tiang salib untuk menyelamatkan manusia. Saya sendiri selama ini menjadikan diri sebagai lilin yang hancur saat orang lain malah menyala terang. Sementara matahari merupakan sumber energi yang seolah tak pernah habis. Nyala dan panasnya memberikan kehidupan bagi banyak makhluk hidup.

Cita-cita saya berubah sejak mengalami musibah pribadi. Saya tak lagi tertarik pada segala hal berbau duniawi. Fokus saya adalah menyegerakan diri membaktikan diri bagi kehidupan. Tak ada lagi penundaan untuk menunggu kesempurnaan. Bagi seorang perfeksionis seperti saya, hal ini seringkali menjadi dalih. Padahal, seharusnya prinsip yang ideal adalah mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai sekarang juga.

Dengan amanah baru ini, saya merasa berkewajiban untuk menambah khazanah pengetahuan agama saya. Demikian pula dengan kehidupan saya sehari-hari. Tentunya perilaku saya diharapkan selaras dan senafas dengan dakwah saya. Tuhan jualah yang mengatur ini semua. Karena saya tidak mencari kesempatan ini, namun justru kesempatan itulah yang mendatangi saya. Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Semoga Tuhan memberkati semua mujahid yang berjuang di jalan-Nya. Aamiin.

Foto: www.swpc.noaa.gov

Iklan

2 responses to “Menjadi Matahari

  1. Ping-balik: Menyebarkan Rahmat | LifeSchool by Bhayu M.H.·

  2. Ping-balik: Menyebarkan Ilmu | LifeSchool by Bhayu M.H.·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s