Dedikasi

dedication-lighthouseIni kata yang sulit untuk diterapkan. Karena merupakan gabungan dari komitmen dan konsistensi, ditambah beberapa aspek dari integritas. Saya ‘terpaksa’ mengambil definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2001:244): “pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan mulia; pengabdian.”

Dedikasi seringkali dikaitkan dengan “pengabdian”, dalam bahasa Indonesia konotasinya menjadi “kerja sosial”. Padahal, dalam “kerja profesional” pun jelas diperlukan dedikasi. Tanpa dedikasi, suatu pekerjaan atau aktivitas tidak akan berhasil. Tidak ada suatu karya yang selesai tanpa dedikasi.

Saya pernah kenal dengan beberapa teman seniman. Profesi ini sangat memerlukan dedikasi untuk sukses. Ingat, ukuran sukses bukanlah menjadi terkenal atau kaya, namun “being the best of you”. Kenapa perlu dedikasi? Karena seniman yang ‘baik dan benar’ harus mampu menghasilkan karya seni. Proses untuk menuju ke sana sungguh sangat sulit. Kenapa? Karena musuhnya dua sekaligus: kebutuhan ekonomi dan kebutuhan diri untuk berekspresi. Disiplin, kesungguhan, konsistensi dan ketekunan menjadi kunci.

Coba baca empat hal itu. Bukankah kita sebenarnya membutuhkan keempatnya untuk sukses? Dedikasi menyatukan keempatnya. Seorang seniman perlu mengalahkan diri sendiri terutama faktor moody yang kerap menghalangi.

Dalam ajaran Buddha, ada istilah Pariṇāmanā. Ini adalah jalan disiplin spiritual yang penuh latihan pembiasaan untuk mencapai kehormatan dan kemurnian diri (puňya). Arti harfiahnya mirip dengan kaizen, yaitu perubahan diri terus-menerus menuju pengembangan diri yang optimal. Dedikasi ala Buddha ini mengabdikan diri secara total sebagai bagian dari “7 Jalan Tertinggi Kehidupan” (Saptavidhā Anuttarapūjā). Coba deh, bagi para “pembelajar kehidupan” (LifeLearner) yang pernah membaca buku atau ikut pelatihan, bukankah ini jelas menginspirasi Steven Covey untuk menulis “7 Habits of Highly Effective People”? 

Pendeknya, dedikasi akan membuat kita tahan terhadap segala rintangan bahkan ancaman.  Dedikasi membuat seseorang setia, baik pada cita-cita maupun pada seseorang. Dedikasi membuat seorang penjaga mercusuar bisa bertahan seorang diri di tempat sepi, tanpa ada yang peduli. Dedikasi membuat kita yakin, Tuhan akan mencatat segalanya tanpa kecuali, bahkan meski tak ada satu orang pun yang tahu apa yang kita perbuat.

Ilustrasi: jwarrenpiece.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s