Sederhana

simple1Sederhana itu relatif. Karena arti katanya adalah “tidak berlebihan”. Bagi seseorang berpendapatan 100 juta sebulan, membeli gadget seharga 10 juta tentu ‘bukan apa-apa’. Tapi sebaliknya, kalau pendapatan ‘cuma’ 15 juta sebulan dan sudah berkeluarga, agak ‘maksa’ kalau beli gadget mahal cuma sekedar untuk nggaya. Kecuali, tentu saja kalau ada perlunya, seperti begadang. Hehehe

Saya sendiri sebenarnya orang yang senang ‘bergaya’, terutama saat ke pesta. Tapi, sehari-sehari, saya cenderung se-‘kadal’-nya. Iya. Berpenampilan asal seperti kadal.😀

Dulu, sewaktu SMA atau kuliah S-1, saya kagum pada teman yang saat di sekolah tidak memakai make-up, tapi saat ada pesta atau acara di luar, dia tampil keren. Dandanannya chic dan menawan. Dan kalau dia wanita, biasanya saya lantas mengejarnya untuk dipacarin. Tapi… lebih sering gagalnya. Hehe.

Kembali ke topik, sederhana itu sebenarnya penyikapan. Kita bisa punya benda-benda mewah, tapi tetap sederhana. Caranya? Tidak pamer. Perlakukan benda semata sebagai benda, bukan tuhan.

Saya sendiri masih sering salah. Memperlakukan benda yang saya tahu mahal (karena yang beli jadi pasti tahu dong, gimana sih si Bhayu ini?) sebagai semacam ‘arca’. Saya jadi terlalu men-‘dewa’-kannya. Contohnya jadi malah jarang memakainya. Padahal, bukankah benda itu dibeli untuk dipergunakan?

Ini karena saya sendiri tahu kecenderungan saya yang bisa ceroboh saat lengah. Maka, saya selalu berusaha menjaga pikiran saya tetap fokus. Celakanya, saya manusia biasa, bukan dewa. Jadi, satu-dua kali saya kehilangan fokus dan berakibat cukup fatal seperti kehilangan benda yang cukup berharga.

Sikap sederhana membuat saya berupaya menyederhanakan pikiran. Kalau tidak perlu, tidak usah dibawa. Karena saya sedari kecil cenderung ‘siap perang’ kalau pergi, segala rupa barang dibawa. “Lebih baik tidak perlu tapi bawa daripada saat perlu tidak ada”, itu prinsip saya. Tapi, kini dengan menyederhanakan pola hidup, saya membuat pola berbasis tempat. Jadi ada lokasi di mana saya konsentrasikan murni untuk bekerja, untuk istirahat, bahkan ada sub-sub-nya seperti bekerja di bidang apa. Jadi, peralatan atau perlengkapan terkait saya tinggal saja di sana.

Sederhana bukan sekedar gaya hidup tidak pamer sok kaya saja, tapi juga terkait cara berpikir. Keep It Simple, Make Your Life Easier.

 

Ilustrasi: www.theartisticblog.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s