Agen Islam

International brothers, sisters in faith gather at Kandahar Air Field for Eid al-AdhaSaya baru saja menyaksikan film “99 Cahaya di Langit Eropa” bersama seorang sahabat baru saya di bioskop. Dari film ini, saya mendapatkan satu ‘ide’ untuk menjadi “Agen Islam”. Ya, inilah istilah yang digunakan Fatma untuk mendeskripsikan dirinya. Seorang Muslim yang membawa misi dakwah Islam di Eropa. Sewaktu membeli novel karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra yang jadi sumber film itu, saya juga membeli komik berjudul “Islam Sih, Tapi…” karya Alisnaik alias Aroel.

Dari kedua buku itu, ditambah insight saat menonton film, saya merasa bahwa kehidupan beragama saya masih jauh dari sikap patut diteladani. Bahkan, saya malu pada diri saya sendiri betapa saya kok sering ‘belagu’ merasa hebat dalam ber-Islam. Padahal, tantangan yang saya hadapi di Indonesia yang mayoritas muslim ‘nggak ada apa-apanya’ dibandingkan saudara-saudara seiman di negeri lain. Apalagi bagi mereka yang masih baru memeluk Islam alias muallaf.

Dari film tersebut saja cukup memberi gambaran, bahwa kondisi di Eropa lebih sulit daripada di tanah air. Termasuk dari segi iklim dan kebudayaan serta masyarakatnya. Komik karya Alisnaik juga mengingatkan hal serupa.

Sebenarnya menjadi “agen Islam” tidak sulit. Cukup konsisten melaksanakan ajaran agama untuk diri sendiri dan selalu tersenyum tanpa perlu memaksakan prinsip kita kepada orang lain. Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah teladan paling baik untuk ini. Mereka tidak pernah sekedar bicara apalagi menggurui orang lain, tapi dakwahnya adalah dengan tindakan alias ‘dakwah bil hal’.

Ini tentu sangat kontradiktif dengan sikap, tindakan, perilaku dan cara bicara seorang kyai bersorban yang ditilang polisi. Ia marah-marah dan memaki-maki, tak terima atas tindakan tegas aparat. Padahal jelas, ia melanggar aturan berlalu-lintas. Saya justru salut pada polisi yang bertindak-tegas tanpa pandang bulu. Ulahnya itu direkam masyarakat dan diunggah di situs YouTube. Tentu saja itu sama sekali tidak mencerminkan seorang “agen Islam”. Malah, ia mempermalukan agama yang katanya dipeluknya itu. Duh!

Foto prajurit AL-AS berdo’a: www.wired.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s