Kucing Dalam Karung

kucing-kelihatan-dalam-karung

Ada peribahasa “bagai membeli kucing dalam karung”, itulah yang saya rasakan dilakukan oleh suatu kementerian dalam pelatihan empat hari yang saya ikuti Jum’at-Senin (15-18 November 2013) kemarin. Melihat nomor piagam saya yang sudah di angka 17 ribuan, berarti sudah sebanyak itu pula “kucing dalam karung” yang mereka beli.

Kenapa begitu?

Karena kementerian itu melakukan program yang tidak jelas pemanfaatan dan tanggung-jawabnya. Seminar dan pelatihan digelar di berbagai kota di seluruh penjuru Indonesia, bahkan sampai di luar negeri. Dan hampir semua peserta kemudian diberikan bantuan modal untuk berwirausaha.

Masalahnya, yang saya amati, sebagian besar peserta mengajukan ‘proposal bodong’. Mereka belum pernah berwirausaha, tidak punya pengalaman dan kompetensi memadai di bidang itu, namun mengajukan proposal yang kalau kata orang Jawa “yak-yak-o”. Istilah Jawa ini tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia, artinya kira-kira “seolah-oleh seperti itu” yang berarti “dipoles dengan pencitraan berlebihan”.

Saya membaca proposal teman-teman peserta, karena kebetulan saya membantu mereka memperbanyak ke tempat photocopy. Dan ternyata, banyak yang usahanya “baru mau akan”. Ini bukan hal yang salah, andaikata memang proposal itu feasible. Tapi dari hitungan yang dibuat, kebanyakan justru tidak. Malah ada yang copy-paste karena hitungannya dibuat orang lain. Hingga saat sebagian terbesar peserta mengumpulkan, masih ada yang belum selesai. Tapi, panitia tetap menerimanya.

Saya yakin, seperti dulu saya pernah berdiskusi dengan pimpinan salah satu bank milik pemerintah, bahwa kebanyakan “kucing dalam karung” itu ternyata cacat. Mereka mungkin tidak bisa mengeong, tidak berbulu atau malah bukan kucing sama sekali. Dan ternyata kementerian itu tetap saja membelinya. Terus-menerus, dari tahun ke tahun. Itu baru satu kementerian. Padahal ada beberapa kementerian lain yang juga punya program serupa. Jadi, sudah berapa banyak dana negara dihabiskan untuk membeli “kucing dalam karung”? Ah, entahlah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s