Pahlawan Di Dunia Nyata

super_hero

10 November di Indonesia diperingati sebagai “Hari Pahlawan”. Bagi yang masih ingat pelajaran sejarah zaman sekolah, tentu akan ingat ini untuk mengenang momentum “Pertempuran Surabaya”. Ini adalah saat dimana pasukan Sekutu yang baru saja memenangkan Perang Dunia II justru dipermalukan oleh bangsa yang baru lahir. Pasukan Inggris yang hendak melucuti pasukan Jepang malah dilawan oleh “arek-arek  Suroboyo” dengan semangat kepahlawanan. Pimpinan mereka Brigadir Jenderal Mallaby pun tewas dalam pertempuran. Ini adalah perwira tinggi pertama dari pihak Sekutu yang tewas di medan laga Asia-Pasifik dalam Perang Dunia II.

Indonesia sebenarnya tidak terlibat dalam Perang Dunia II, karena kita sebagai negara belum berdiri saat itu. Tapi saat Perang Dunia II berakhir, para pendiri bangsa kita melihat ada kesempatan memerdekakan diri. Dan mereka mengambil kesempatan itu. Jepang yang menjajah Hindia Belanda saat itu kalah perang karena berada di poros aksis, sementara Belanda termasuk Sekutu yang menang perang. Namun, kendali atas Indonesia yang baru merdeka malah diserahkan kepada Inggris yang memang bertugas memukul Jepang di Asia terutama Asia Tenggara.

Di dunia kita saat ini, pahlawan seperti tahun 1945 mungkin sudah jarang. Memang masih ada perang di berbagai belahan dunia terutama di Afrika, namun setidaknya di mayoritas negara sudah tidak ada. Perang kemerdekaan setidaknya sudah selesai.

Namun, sebenarnya banyak sekali pahlawan di dunia nyata. Bukan sekedar “super-hero” ala komik fiksi belaka. Mereka tidak punya kekuatan super, namun hanya kemauan super untuk mewujudkan tindakan super. Kemauan dan tindakan untuk menolong orang lain dan berkontribusi bagi masyarakat banyak.

Berbeda dengan pahlawan perang yang dianugerahi medali dan super-hero yang dielu-elukan pengagum, pahlawan di dunia nyata kerapkali malah lebih tersembunyi dari Batman. Mereka bekerja dalam diam, menolong tanpa mengharapkan imbalan, bahkan kerapkali mati dalam kesunyian. Tidak enak. Tidak glamour. Tapi jelas Tuhan mencatatnya dengan tinta emas dan ganjarannya pun jelas: surga. Itukah Anda?

Ilustrasi: www.diegocaprioli.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s