Disumpahin Pemuda

sppsd

Bila hari ini di tahun 1928 dideklarasikan apa yang dikenal sebagai “Sumpah Pemuda”, maka hari-hari ini kita seperti melihat penyelenggara negara kerapkali “disumpahin pemuda”.  Generasi muda seolah mewakili “amanat penderitaan rakyat”, gelisah pada kelakuan mereka. Seperti Anda bisa baca di ilustrasi yang unik tersebut, sumpah di sini bukan berarti kebulatan tekad untuk mewujudkan suatu tujuan bersama, melainkan menjadi “sumpah-serapah” belaka.

Padahal, seharusnya pemuda menjadi elemen utama pendukung bangsa. Akan tetapi, kerapkali hal ini malah tidak terjadi. Para pemuda yang dengan susah-payah berhasil masuk ke lingkaran elite penyelenggara negara, ternyata malah larut dalam pusaran kezaliman. Mereka ikut korupsi, ikut kolusi, ikut nepotisme, ikut merusak negara.

Kriteria pemuda di Indonesia bukan sekedar remaja yang dalam psikologi diletakkan pada usia 18-25 tahun, tapi lebih jauh merentang dari 15-40 tahun. Bahkan, mereka yang sudah di atas itu seringkali berdalih masih “berjiwa muda”.

Satu hal terpenting di atas menghafalkan isi Sumpah Pemuda 1928 yang asli adalah menerapkannya. Menjaga persatuan-kesatuan bangsa kita. Indonesia adalah negara besar, dan tidak seyogyanya kita biarkan rusak hanya karena ulah segelintir elite.

Mari, kita sama-sama berjuang di bidang masing-masing. Bergabung di komunitas, berjejaring, memberi pencerahan dan pemberdayaan masyarakat. Berkontribusi optimal bagi bangsa kita. Jangan sampai kita cuma menyumpahi penyelenggara negara, tapi lantas tidak berbuat apa-apa.

 

Ilustrasi: karyadi38.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s