Edukasi & Berbagi bersama Sunpride

Foto bersama di Sunpride-Bhayu

Foto bersama di depan truk Sunpride. Saya di tengah balik spanduk, tepat di kiri Pak Martin.

Hari Kamis (10/10) pekan lalu, saya bergabung dengan acara komunitas “Memberi” yang digagas oleh sobat saya Yuswohady. Bagi yang belum tahu, beliau ini pakar pemasaran dan merek yang sempat menjadi Managing Director-nya Mark Plus, konsultan milik Hermawan Kertajaya. Beliau sudah menulis sejumlah buku laris, yang terbaru berjudul Beat The Giant (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2013). Kalau mau tahu lebih jauh, googling saja. Niscaya banyak informasi tentangnya.

Sebenarnya, hampir setiap komunitas punya acara semacam. Dan saya sendiri mencoba memetik manfaat dari komunitas yang saya ikuti. Sebisa mungkin, saya juga berkontribusi. Meski mungkin dianggap tak berarti, tapi saya cuma ingin Tuhan mencatatnya sebagai amal budi.

Nah, di acara tersebut, kebetulan diadakan sharing session di kantor dan pabrik PT Sewu Segar Nusantara. Saya sendiri baru tahu bahwa inilah nama perusahaan yang memproduksi merek (brand) buah segar lokal bernama “Sunpride”. Kalau Anda pernah ke toko atau swalayan terutama yang khusus buah segar, niscaya akan mendapati aneka buah bergambar-tempel (sticker) oval kehijauan ini.

Karena saya juga punya kepentingan dengan sang penggagas acara, maka meski lokasi acaranya nun jauh di Tangerang sana, tetap saya kejar juga. Ternyata, kedatangan saya tak sia-sia. Meski terlambat karena terhalang “bubaran buruh” pabrik tetangga yang sedang ganti shift kerja, tapi saya masih bisa mendengarkan sharing dari Bapak Martin M. Widjaja selaku Managing Director-nya.  Beliau pada intinya mengemukakan keinginannya mengangkat buah lokal sekaligus petaninya. Maka, Sunpride tidak sekedar menuntut hasil, tapi juga memberikan edukasi pemuliaan tanaman. Hasilnya, buah produksi Sunpride menakjubkan. Saya yang kampungan ini baru tahu kalau ada buah jambu biji (orang Jawa menyebutnya jambu kelutuk) yang bijinya minimalis. Nama mereknya “Guava Crystal” dengan kandungan biji cuma 3 % dari keseluruhan buah. Saat ini baru ada yang putih, semoga kelak akan ada yang merah karena lebih manis. Dengan model pembinaan petani ini, bukan hanya perusahaan yang diuntungkan, tapi juga rakyat kecil.

Di sesi kedua, bicara Ibu Luthfiany Azwawie selaku Marketing & Communication Manager. Beliau yang semula tampak pendiam dan kalem (seperti di foto), ternyata saat bicara begitu bersemangat. Honestly, saya kaget. Penampilan luar beliau berbeda dengan isi kepalanya yang brilyan. Keren!

Martin Widjaja MD Sunpride-Bhayu

Bapak Martin M. Widjaja bicara, Ibu Luthfiany Azwawie memperhatikan.

Apa sih yang dibicarakan? Terutama sekali strategi pencitraan merek, pemasaran dan promosi Sunpride. Saya yang bukan anak gaul –karena ketuaan, hehe- ini baru tahu kalau ada pisang yang diberi tagline “Single and Available” dan dijual di gerai 7-11 (Seven Eleven alias Sevel). Tapi jujur, bagi uwong ora nduwe seperti saya, sepotong pisang seharga 8.000 terlalu mahal. Karena dengan harga segitu, di pasar tradisional bisa mendapatkan satu sisir.

Tapi memang kelas Sunpride bukan uwong kampung seperti saya. Kelasnya memang orang gedongan. Ia head-to-head  dengan buah impor. Dan itulah yang jadi kebanggaan bangsa. Merek Sunpride dan kualitasnya mampu bersaing dengan buah dari negara mana pun. Bahkan saya saja tidak tahu sebelum ke sini kalau merek Sunpride ternyata lokal punya!

Satu tagline mendasar dari Sunpride sebagai produk food and beverages di kategori fruit adalah “Tasting is Believing”. Ini simple, tapi kena banget. Calon konsumen yang belum tahu atau belum yakin, dipersilahkan mencicipi langsung. Tak banyak bicara. Sama seperti saat kami di sana, buah disajikan di meja dan diberikan dalam goody bag sebagai oleh-oleh. Dan memang rasanya lebih istimewa daripada buah lokal lain. Ada rasa “berkelas”-nya yang sulit dijelaskan.

Maka, sepulang dari sana, bukan sekedar membawa oleh-oleh buah, tapi saya  -dan tentunya para peserta lain- juga membawa pulang ilmu. Bagi saya yang kebetulan praktisi pemasaran dan merek dan juga punya usaha sendiri, ilmu dari Sunpride ini sangat penting.  Semoga saja makin banyak usahawan-Indonesia sukses yang mau berbagi, agar bisa menularkan “ilmu sukses”-nya pada yang lain.

2 responses to “Edukasi & Berbagi bersama Sunpride

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s