Banteng Ketaton yang Pemaaf

banteng merah marah

“Maaf.”  Empat huruf. Bila bahasa Inggris jadi lima huruf, “Sorry”. Atau sembilan huruf untuk diksi bahasa lebih resminya “Apologize”.  Saya rasa di bahasa-bahasa lain pun sama singkatnya. Mudah dituliskan, mudah diucapkan, tapi sungguh sulit dilaksanakan.

Sebenarnya selama hampir 2 tahun ini saya melakukan berbagai upaya untuk ini. Tidak sekedar membaca buku, saya juga mengikuti pelatihan dan seminar serta menemui ahli seperti psikologi dan psikiater. Sebabnya? Saya marah, amat marah, dan sangat terhina. Celakanya, penyebabnya adalah orang yang tadinya paling saya cintai, sangat saya sayangi, dan saya usahakan untuk memuliakan hidupnya. Tentu, saya juga teramat percaya kepadanya. Rahasia hidup terdalam saya ada di tangannya. You know, every body have a dark side of the moon.

Celakanya, saat saya sudah hampir berhasil, ada sabotase. Kejadian dua hari lalu adalah contohnya. Cilaka dua belas! (eh, kenapa bukan tiga belas atau sebelas ya? Hehe). Saya kembali jadi marah dan takut sekaligus. Kondisi saya kini jadi kembali seperti “banteng ketaton”. Ini memang keren kedengarannya, banteng yang sedang mengamuk menunjukkan kegarangannya. Tapi ingat, banteng hanya mengamuk apabila ia terluka atau dipancing oleh manusia. Dalam kondisi biasa, banteng sama seperti hewan lainnya, santai beibeh. 

McArthur & AkihitoPadahal, selama beberapa bulan terakhir saya sudah menjadi merpati yang jinak. Semata agar masalah hidup saya bisa selesai. Tapi, rupanya jinak dianggap kelemahan. Saya dianggap kalah, lantas makin diinjak-injak. Rupanya, lawan saya menganggap saya seperti kalah perang sehingga harus dirampas semua haknya. Saya lantas teringat foto legendaris Jenderal Douglas Mc.Arthur yang bertolak pinggang saat berfoto di samping Kaisar Akihito. Di saat itu, memang Jepang menandatangani pengakuan kalah perang kepada Sekutu yang tentara gabungannya dipimpin Mc.Arthur.

Namun, foto itu juga mengajarkan satu hal, apalagi setelah tahu kisah di baliknya. Ternyata, kalah itu bukan berarti hina, dan menang tak harus marah-marah. Kini, Jepang malah jadi sekutu Amerika Serikat di Asia Timur dan Pasifik. Mengimbangi China dan Russia yang masih kuat sebagai negara di kutub seberangnya A.S. Saya tergerak untuk menjadi banteng ketaton yang pemaaf. Meski siap mengamuk dengan segala kekuatan bila diperlukan, tapi saya menahan diri. Apalagi saya teringat pesan Tuhan saya dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah, karena Dia akan membalas suatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (surat Al-Jatsiyah (45) ayat 14).

Gambar banteng: joetrizilo.wordpress.com

Copyright foto Mc.Arthur & Akihito tampaknya milik biro foto AP. Foto di sini diunduh dari latimesblogs.latimes.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s