Kesempatan & Keinginan

opportunity knocksHidup ini lucu. Seringkali “kejutan” muncul begitu saja. Saat itu terasa menguntungkan bagi hidup kita, seringkali kita tidak menyadarinya. Baru terasa ” mak deg” apabila itu berupa sesuatu yang tidak kita inginkan. Terutama sekali apabila berupa musibah. Maka, seharusnya kita menjadi orang yang lebih bersyukur atas segala yang kita terima dalam hidup. (Menulis atau bicara sih mudah ya? Hehe).

Bisa jadi, kita menginginkan sesuatu, tapi kesempatannya tak ada. Tapi yang saya sering alami adalah, saat kesempatan tiba-tiba datang, saya tak siap dan akhirnya momentumnya lewat.

Ada satu hal kecil yang terjadi kemarin pada saya. Saya dijadwalkan meeting dengan Dondi Hananto dari Kinara. Pertemuan ini atas prakarsa Sacha, teman saya di TDA Jakarta Selatan. Bukan isi pertemuannya yang semuanya positif yang saya hendak bicarakan, tapi kebetulan yang saya yakin sudah diatur Tuhan.

Di kantornya yang terletak di kawasan Blok M, tak dinyana saya bertemu sahabat lama saya Rene Suhardono. Dia ini sudah jadi “seleb” di bidangnya sebagai “Career Coach”. Kalau yang belum tahu siapa dia, belilah harian Kompas cetak hari Sabtu. Di bagian suplemen “Karier” yang banyak berisi lowongan kerja, Rene ini memiliki kolom tetap bernama “Ultimate U” (dilengkapi foto gantengnya. Hehe). Ia juga kerap muncul di berbagai televisi dan radio sebagai narasumber.

Dari dia, saya lantas mendapatkan tiket untuk menghadiri acara IdeaFest hari Sabtu, 28 September 2013 mendatang. Acara ini dahsyat karena pembicaranya tak main-main, antara lain Dahlan Iskan, Marzuki Alie dan Anies Baswedan. Tiket seharga ratusan ribu diberikannya kepada saya: gratis!

Padahal, di hari yang sama, di salah satu lokasi kantor saya yang kini dijadikan TDA Center Jakarta Selatan, sedang berlangsung workshop. Saya malah membatalkan ikut seminar di wilayah lain TDA, yaitu di Depok gara-gara ada workshop ini. Tapi, kali ini saya tidak mau melewatkan momentum lagi. Saya tahu workshop dan conference IdeaFest bakal dahsyat. Saya bakal bertemu orang-orang hebat untuk networking. Dan saya sambar tawaran tiket gratis dari Rene itu. Saya juga sangat bersyukur beliau yang sudah ngetop tidak lupa pada sahabat lamanya seperti saya.

Lucunya, saat saya tawarkan ke teman-teman lain -karena Rene memberikan privilege mengajak teman-, mereka banyak yang “mikir panjang”. Kalau orang sibuk atau sudah berkeluarga macam senior saya Pak Hidayat Imrony yang pernah jadi salah satu Direktur di salah satu perusahaan milik Bakrie Group sih saya maklum. Tapi teman-teman yang lebih muda dan masih single ini lho… Maaf ya, sesibuk apa sih? Soalnya, saya lihat ada yang sehari-hari berkali-kali posting status di FB. Lha, begitu kok ngaku sibuk?

Saya saja, meski kini punya smartphone dan tablet canggih, sehari-hari nggak kepikiran gonta-ganti status seperti itu. Lha wong “kewajiban” saya menulis di blog ini saja sering ke-skip kok. Masalahnya, otak sedang tidak ke sana. Padahal, saya jelas tidak sesibuk Pak Imrony yang punya bisnis bernilai M-M-an.

Sayang saja, bila ada kesempatan datang begitu mudahnya dilewatkan. Sementara seringkali keinginan yang begitu ngebet malah nggak kesampaian gara-gara tidak ada kesempatan… termasuk tak ada uang tentunya. Semoga Tuhan makin merendahkan hati saya agar mata saya makin terbuka pada tiap kesempatan yang datang mengetuk. aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s