Bohong!

BOHONGBagaimana bila ada orang berkata begitu pada Anda? Rasanya, di kehidupan sehari-hari yang normal, hampir tidak ada orang yang akan langsung mengatakan hal itu. Mungkin di sinetron sering. Kalau pun ada di kehidupan nyata, bisa jadi di sidang pengadilan kasus penipuan atau saat demonstrasi, atau saat nasabah money game yang tertipu melabrak kantor pengelolanya.

Namun, saat kita berhadapan dengan seorang pembohong, apakah kita akan langsung mencercanya? Saya yakin tidak. Apalagi kalau konteksnya klaim.

Sering sekali saat saya bertemu orang lain, terutama dalam konteks saya sebagai usahawan yang menjadi mentor, saya melihat kebohongan itu. Cuma, saya tentu tidak bisa serta-merta menuduhnya berbohong begitu saja. Apalagi di Indonesia konteksnya kita selalu dibalut oleh “budaya timur”.

Apakah bohong dan tidak terus terang itu sama? Tidak.

Bagi saya, kita tidak perlu telanjang saat berhadapan dengan orang lain. Itu na’if namanya. Tapi, juga tidak perlu memakai topeng atau pupur bedak terlalu tebal.

Contoh konkretnya begini. Kalau ada orang bicara tanpa ditanya bahwa ia punya perkebunan luas, tapi nyatanya tidak, itu jelas bohong. Tapi kalau ada orang bertanya, apakah benar seseorang punya perkebunan luas, dan yang ditanya hanya diam tidak menjawab, lantas si penanya menyimpulkan jawabannya ya, itu beda. Sederhananya, ada yang secara diplomatis dikatakan: “saya tidak mengiyakan, tapi juga tidak menolaknya”. Itu berarti tidak terus-terang. Juga kalau tidak ditanya tidak bercerita, melainkan diam saja, itu juga tidak terus-terang.

Tapi, kalau ditanya ia menjawab tidak sesuai kenyataan itu pembohong. Atau saat tidak ditanya ia justru sebaliknya bicara macam-macam, itulah pembual. Saya juga heran, kenapa beberapa waktu ini posting lama saya berjudul “Penipu, Pembual, dan Pengkhayal“ masuk ke salah satu top post selama sekitar dua pekan terakhir. Di admin dashboard, saat saya lihat statistic, ada petunjuk bahwa keyword nama motivator tertentu ditambah kata “pembohong” cukup sering diketikkan. Tapi saat saya cari berita aktualnya di mesin pencari, kok tidak ada ya? Apakah ada serombongan orang yang merasa ditipu sang motivator di dunia nyata, tapi tidak masuk berita?

Saya tidak tahu. Tap yang jelas, cobalah menjadi diri Anda apa adanya. Ini bukan berarti tidak boleh diberi pencitraan, asal jangan kepalsuan. Analoginya, wajah kita ini apa adanya adalah seperti diberikan Tuhan. Kita tak perlu memakai topeng atau operasi plastik untuk mengubahya, tapi sah-sah saja kalau mau diberi “make up”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s