Negative Thinking

runner at the town in night sceneSaya bukan siapa-siapa, saya sangat sadar itu. Bahkan kalau dibanding-bandingkan dengan orang lain, saya pasti kalah. Kalah pintar, kalah kaya, kalah sukses, kalah ganteng, kalah kekuasaan, kalah kuat, kalah hebat, kalah supel, kalah jabatan, pokoknya kalah dalam hidup. Sampai-sampai apa yang saya punya saja bisa direbut orang lain. Tolol kan?

Nope, jangan bilang saya negative thinking, karena saya memang negative without thinking. Saya ini tidak bisa berpikir, karena otak saya secuil. Karena itu saya jadi negatif.

Pemikiran itu bukan untuk membuat saya terkapar, saya sedang menerapkan psikologi terbalik (reverse psychology). Inilah yang diterapkan orang Jepang dan Singapura. Mereka sadar bahwa negaranya bukan negara yang diberkahi dengan kekayaan alam. Apalagi pasca Perang Dunia II. Ini berlawanan dengan keyakinan banyak orang kita yang menganggap Indonesia itu sudah gemah ripah loh jinawi. OK deh….. Coba lihat faktanya sekarang. Hebat mana kita dibandingkan dua negara tadi?

Psikologi terbalik dengan berpikir negatif seperti yang diyakini oleh orang Jepang dan Singapura membuat warganya berlomba-lomba bekerja keras, demikian pula pemerintahnya. Masing-masing individu memaksimalkan potensi mereka, sementara aparatur pemerintahnya selain berusaha amanah dengan meminimalkan korupsi dan aneka bentuk penyelewengan jabatan lainnya, juga menyediakan aneka fasilitas bagi warganya dan mempermudah aneka urusan termasuk perizinan. Hasilnya? Berbagai fakta menunjukkan, baik Jepang maupun Singapura adalah negara tujuan investor, karena adanya kepastian hukum yang jelas. Tingkat korupsinya sangat rendah, bahkan termasuk 10 negara paling bersih di dunia.

Itulah pula yang terjadi pada saya. Sebagai orang sombong, selamat bertahun-tahun saya merasa “aman”. Padahal, dunia berjalan maju, sementara saya jalan di tempat. Saat tersadar, saya sudah beberapa ratus kilometer di belakang.

Namun, bukan berarti tidak bisa mengejar ketertinggalan. Beberapa negara yang merdeka setelah Indonesia, kini sudah lebih maju daripada kita karena menyadari negatifnya negara mereka. Malaysia misalnya. Negara ini “belum apa-apa” saat Indonesia di puncak kejayaan masa Orde Lama, menjadi negara terkuat keempat di dunia dari segi militer setelah Amerika Serikat, Uni Sovyet, dan Inggris. Malah Malaysia belum merdeka dan kemerdekaannya pun diberi, bukan direbut seperti kita. Kita ingat Malaysia baru merdeka tahun 1967, dimerdekakan oleh Inggris.

Tapi mereka bangun dan langsung berlari. Hingga kini Indonesia pun tertinggal di beberapa aspek. Jadi, dalam hidup, adakalanya kita harus berpikir negatif, semata untuk menyadari kekurangan kita. Lantas memperbaiki dan berlari mengejar ketertinggalan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s