Bisnis Sampingan

Di dunia kerja, ada istilah pekerjaan sampingan alias side job. Lalu bagaimana dengan di dunia bisnis? Adakah bisnis sampingan (side business)? Tentu saja ada. Ini adalah bisnis yang bukan bisnis utama kita (core business) atau seperti saya bukan usaha yang merupakan “flag carrier”. Biasanya, bisnis sampingan adalah bisnis yang “auto pilot” atau bisa jalan sendiri tanpa perlu banyak maintenance (penanganan). Awalnya tentu bisnis ini memberikan penghasilan tidak lebih banyak daripada bisnis utama. Tapi, apabila ditekuni, bisa jadi hasilnya lumayan.

Sekertaris saya di kantor misalnya, ia memiliki bisnis sampingan yang ditekuni serius berupa menjadi agen sebuah produk rumah tangga. Dari situ saja, ia pernah mendapatkan bonus ke luar negeri beberapa kali. Bahkan sesekali pendapatannya malah lebih besar dari gajinya. Memang, itu adalah dua sisi pekerjaan dan bisnis. Ada pula bisnis sampingan yang dijalankan di samping bisnis utama. Misalnya soerang pengusaha restoran yang juga memiliki rumah yang dikontrakkan. Apabila restoran memerlukan sejumlah izin, kontrakan tentu tidak (kecuali rumah kos dengan banyak pintu).

Bisnis model ini biasanya  memerlukan penanaman modal awal lumayan. Tapi setelahnya akan bisa berjalan dengan sendirinya. Hanya saja, harus diwaspadai terhadap tawaran investasi franchise atau business opportunity. Karena seringkali apa yang ditawarkan terlalu muluk dan hanya menggunakan “maximal prediction” dan tidak menghitung “potential loss”. Selalulah mempertimbangkan beberapa kali, membaca referensi, dan meminta nasehat dari yang lebih ahli bila perlu. Jangan sempai tertipu pada kalimat penghindaran seperti “investasi tidak selalu menghasilkan keuntungan” atau “kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang”. Memang tidak ada yang pasti di dunia, namun menghindari resiko kerugian yang konyol jelas perlu.

Saya sendiri saat ini sedang mempertimbangkan sejumlah bisnis sampingan. Sebenarnya, saya termasuk orang yang tidak suka dengan bisnis yang tidak menggunakan otak atau semata memutar uang belaka. Tapi seperti saya tuliskan pekan lalu, sepulangnya saya dari Rakernas TDA pekan lalu, mata saya terbuka. Lagipula, alhamdulillah saya baru saja mendapatkan investor baru dan juga insya Allah akan mendapatkan kredit bank, sesuatu yang dahulu saya hindari karena ajaran ayah saya. Saya rasa “old school thinking” harus saya tinggalkan, dan berani melangkah ke depan dengan penuh pertimbangan matang. Dan menjajal peruntungan di bisnis sampingan adalah salah satunya. Do’akan saya ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s