Oleh-oleh dari Rakernas TDA (1)

Peserta Rakernas TDA 2013 foto bersama-Bhayu

Peserta Rakernas TDA 2013 foto bersama di depan Hotel Kartika Wijaya-Batu

Saat menulis artikel ini, saya masih berada di Malang-Jawa Timur. Selama dua hari kemarin, Kamis-Jum’at (13-14), saya menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Bagi yang belum tahu, ini adalah komunitas pengusaha yang tumbuh dari bawah dan bukan bentukan pemerintah dari atas. Anggotanya beragam, ada yang bisnisnya sudah beromzet milyaran hingga yang masih berniat membuka usaha. Dalam hal jumlah anggota pasif, mungkin komunitas ini adalah yang terbesar. Itu karena jumlah anggotanya sekitar 30.000 orang. Setiap tahun, komunitas ini menyelenggarakan “pesta ulang tahun” dalam format multi seminar dan bazaar. Dahulu, acaranya bertajuk “milad”, tapi sejak dua tahun lalu menjadi Pesta Wirausaha”. Tahun lalu, PW 2012 menghadirkan sejumlah pembicara hebat. Sebutlah seperti Jusuf Kalla, Chairul Tanjung, dsb. Jumlah pengunjung diklaim mencapai lebih dari 15.000 orang selama tiga hari acara.

Selama 8 tahun berdiri.TDA telah tumbuh besar. Tiga kali berganti kepengurusan, sambutan terhadap keberadaannya cukup baik. Kini, TDA memiliki sekitar 40 wilayah. Pengurus baru yang merupakan generasi ketiga sejak berdirinya berniat menjadikan angka ini menjadi 100 wilayah. Demikian pula dengan jumlah anggota. Tapi yang paling dahsyat adalah semangat pelayanan yang dicanangkan oleh Presiden barunya, Fauzi Rachmanto. Pengurus menyadari bahwa jabatan yang diemban bukanlah untuk mengambil keuntungan, melainkan justru untuk berkontribusi bagi masyarakat sekaligus beramal. Patut diketahui, untuk penyelenggaraan setiap acara di komunitas ini tidak ada bantuan dari pihak luar secara tetap. Semua pengurus malah keluar uang selama menjabat. Ini berbeda dengan kepengurusan di organisasi lain sebutlah seperti di partai politik (ingat kasus Kongres Partai Demokrat?). Tak heran, bagi kepengurusan wilayah, agak sulit mencari pribadi yang bersedia duduk sebagai pengurus.

Saya sendiri kini menjadi pengurus TDA Jakarta Selatan. Semula karena saya ingin membantu kawan lama saya Idham Mashar,ST,MM yang diamanahi sebagai Ketua. Namun dalam perjalanannya , saya malah tergerak untuk berbuat lebih banyak lagi. Antara lain dengan menghadiri Rakernas ini yang sebenarnya bukanlah keharusan mengingat posisi saya yang cuma “kroco”. Hanya saja, agar keterwakilan Jakarta Selatan sebanyak dua orang terpenuhi, maka saya pun berangkat di detik-detik terakhir. Akibatnya saya pontang-panting mencari moda transportasi karena saya harus berkunjung dulu ke dua kota di Jawa Tengah sebelum ke Malang.

Berbeda dengan acara semacam di organisasi lain yang pernah saya ikuti, format penyelenggaraan Rakernas TDA lebih mirip konsolidasi dengan agenda utamanya briefing dan pengarahan, ditambah beberapa sesi training. Ini karena pengurus tingkat pusat yang disebut BOD (Board Of Director) telah menetapkan program kerja tingkat nasional dijadikan acuan bagi wilayah. Meski begitu, dalam prakteknya setiap wilayah memiliki otonomi dalam penerapannya. Ini tentu terkait ketiadaan dana yang disediakan pusat bagi wilayah.

Masalah dana ini unik bagi TDA. Karena meski pimpinan di tingkat pusat mengklaim memiliki aset lebih dari 1,5 milyar dan uang kas sekitar 250 juta, namun untuk tiap kegiatan tetap saweran. Untuk acara Rakernas ini pun begitu. Meski kontribusi terbessar justru dari BOD dan panitia lokal dari TDA Malang. Peserta sama sekali tidak dipungut biaya meski menginap di hotel berbintang empat. Walau begitu, biaya transportasi peserta sama sekali tidak diganti. Maka, bisa dibilang tetap ada semangat swadaya di sana. Dan itulah memang salah satu “ruh” dari komunitas ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s