Haidar Bagir: Dosen & Mentor Saya

Sosok Haidar Bagir di Kompas-7 Juni 2013-foto lifeschool by Bhayu

Hari ini, kembali saya melihat sosok yang pernah begitu berjasa bagi hidup saya diprofilkan di harian Kompas. Saya rasa, untuk yang ini, banyak orang yang juga berhutang budi kepadanya. Pasalnya, selain pemilik dari sebuah perusahaan dengan ratusan pegawai, beliau juga dosen, guru, aktivis kemasyarakatan bahkan da’i. Beliau adalah Dr. Haidar Bagir, M.A.

Bagi pencinta buku terutama buku-buku Islam, pasti punya buku terbitan perusahaan beliau dalam koleksinya. Karena perusahaan beliau yaitu Mizan Group adalah market leader untuk pangsa buku ini. Meski untuk keseluruhan jenis buku di Indonesia penguasaan pasarnya masih nomor dua di bawah Kelompok Kompas Gramedia, tapi itu pun sudah cukup besar.

Saya pribadi punya banyak koleksi buku terbitan Mizan, terutama yang terkait pemikiran keilmuan. Jauh sebelum saya mengenal beliau secara langsung, saya sudah berkenalan dengan pemikirannya. Dan berbeda dengan kebanyakan penulis yang aslinya beda dengan tulisannya, Pak Haidar ini tidak. Beliau secerdas dan sebernas tulisannya, bahkan bisa jadi lebih hebat lagi karena tidak semua telah dituliskan. Pemikirannya bening dan memang rumit, hanya dimengerti mereka  -meminjam istilah Bambang Widjojanto saat rapat kerja dengan Timwas Century Rabu (5/6) lalu- : ” yang paham lah, yang satu frekuensi” saja. Tapi justru dari situlah kejeniusannya memancar deras.

Beliau juga pribadi yang sangat penolong. Sebagai dosen, ia sangat santai dan murah hati. Mudah ditemui dan mudah pula dimintai bantuan. Misalnya ada satu-dua teman S-2 saya yang kebetulan sedang tidak ada pekerjaan bahkan sempat dipekerjakan di perusahaan dan yayasan pendidikan miliknya.

Selain itu, apa yang dituliskan oleh St. Sulardi dalam rubrik Sosok di atas benar adanya. Beliau memang lebih suka membicarakan filsafat daripada pelik-melik manajemen perusahaan. Walau itu bukan berarti beliau tidak paham dunia perbukuan. Karena untuk urusan itu Pak Haidar malah “jago”-nya.

Terus terang, profilnya-lah yang jadi idola saja. Beliau saya anggap mentor walau jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Tapi kalau Anda terkoneksi dengan account Twitter saya, akan melihat tagline saya: “young entrepreneur, philosopher wanna be“. Sementara kalau Pak Haidar: “successful entrepreneur, philosopher already“.

Bhayu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s