Hari Lahir Pancasila

Di masa Orde Baru, Pancasila ditahbiskan lahir pada 18 Agustus 1945. Sementara kalangan Soekarnois menganggap Pancasila lahir pada 1 Juni 1945. Masing-masing punya dasar historis. Dan bagi saya pribadi, keduanya benar.

Pihak yang berpendapat Pancasila lahir pada 18 Agustus 1945 karena memang di tanggal itulah Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia. Penetapan dilakukan dalam sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang beranggotakan 9 orang dengan Ketua-nya Ir. Soekarno sendiri. Sementara pihak yang berpendapat Pancasila lahir pada 1 Juni 1945 mengambil momentum historis pidato Ir. Soekarno yang mengusulkan pentingnya dasar falsafah negara bernama Pancasila. Pidato itu diucapkan oleh beliau –yang kelak menjadi Presiden pertama Indonesia- di hadapan sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Ini adalah badan bentukan pemerintah Jepang pasca mereka kalah dari Sekutu di Perang Dunia II. Tak heran nama resminya juga menggunakan bahasa Jepang: Dokuritsu Jyunbi Tyoosakai. Ketua dari BPUPKI adalah Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat dengan anggota berjumlah 62 orang.

Bagi Soekarnois, penetapan 18 Agustus 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila dianggap menihilkan peran Soekarno. Karena memang Pancasila yang akhirnya kita pakai sekarang sila-silanya adalah rumusan dari Mr. Muhammad Yamin.  Namun, sebagai Soekarnois, saya pribadi tak masalah dengan itu. Karena kita semua tahu bahwa nama “Pancasila” adalah usulan Bung Karno. Namun, memang redaksi sila-silanya bukan. Kita harus ingat bahwa Bung Karno berpendapat Pancasila bisa “diperas” jadi Trisila bahkan Ekasila saja. Sehingga ia menggunakan redaksi bahasa yang singkat, alih-alih seperti Yamin yang lebih puitis dan panjang. Kita lihat Pancasila versi Bung Karno terdiri dari:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan
  5. Ketuhanan

Sementara Trisila-nya adalah: Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi dan Ketuhanan. Dan Ekasila yang dimaksud Bung Karno juga singkat saja: Gotong-Royong.

Jadi, kalau menurut hemat saya, seharusnya ada dua “Hari Lahir Pancasila”. Di tanggal 1 Juni dijadikan “Hari Pencetusan Pancasila”, sementara di tanggal 18 Agustus merupakan “Hari Penetapan Pancasila”. Akur kan?

Iklan

2 responses to “Hari Lahir Pancasila

  1. tanggal kelahiran anak,berdasarkan lahirnya atau berdasarkan tanggal penetapan aktenya,hal ini tdk menjadi perdebatan karena semua orang tua tdk akan menerima jika dikatakan anaknya lahir sesuai tanggal penetapan aktenya, kecuali jika tidak mengakui eksistensi orang tuanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s