Pelajaran dari Film Gifted Hands

Saat terbangun sekitar jam 3 pagi tadi, saya melihat di salah satu stasiun televisi sedang ditayangkan film berjudul Gifted Hands (2009). Meski saat saya menyetel sudah di tengah-tengah cerita, namun masih bisa “got something”. Terutama karena film itu berasal dari kisah nyata Ben Carson. Dia adalah dokter ahli bedah syaraf terkemuka, bahkan disebut sebagai ahli bedah syaraf anak terbaik di dunia. Dia juga adalah dokter bedah pertama di dunia yang berhasil memisahkan bayi kembar siam dempet kepala pada tahun 1987. Kini, dia sudah berusia 62 tahun dan menjadi profesor bidang bedah syaraf, bedah plastik, pediatri (penyakit anak) dan onkologi (tumor dan kanker). Selain itu ia memegang sejumlah jabatan antara lain sebagai Direktur Bedah Syaraf Anak di John Hopkins University.

Apa yang hebat dari Ben adalah, dia merupakan anak kedua dari sebuah keluarga kulit hitam. Ibunya orangtua tunggal dengan dua anak. Tentu kondisi ekonominya tidaklah sejahtera. Namun, dengan perjuangan keras dari sang ibu, anak-anaknya bisa sukses. Salah satu caranya adalah dengan membatasi jam menonton televisi dan mewajibkan mereka membaca buku dari perpustakaan. Cara ini membuat anak-anaknya gemar belajar. Bahkan saat diberikan kesempatan memilih acara televisi yang hendak ditonton pun keduanya memilih acara kuis ilmu pengetahuan. Acara yang ditontonnya adalah College Bowl, semacam Who Wants To Be A Millionaire antar kampus.

Ini membuat saya kembali tercerahkan, bahwa seperti terpampang di perpustakaan tempat Ben meminjam buku, bahwa “knowledge is power”. Dan pengetahuan itu bukan cuma yang didapat dari sekolah formal lho. Justru pengetahuan itu sangat luas didapat dari mana saja. Karena itu, jangan membatasi diri dalam belajar. Meski usia kita sudah tua dan merasa sudah mapan, teruslah belajar. Karena jika kita berhenti belajar, kehidupan kita akan berhenti dan tidak bermanfaat bagi orang lain. Setiap orang sebenarnya punya “gifted hands”, walau harus dieksplorasi di bidang apa Tuhan memberikan kelebihan itu. Dan yang harus diingat -seperti dialami Ben Carson-, bahwa kesuksesan itu hanya bisa didapat dengan perjuangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s