Buruh & Tuntutannya

Tiap 1 Mei pemerintah pasti pusing. Kenapa? Karena sejak reformasi para buruh selalu menggelar aksi demonstrasi serentak memperingati Hari Buruh Internasional di berbagai kota. Tuntutannya sejak dulu pun senada: naikkan upah, lagi, lagi, lagi dan lagi. Ada beberapa tuntutan lain sebagai “pendamping”. Misalnya mengenai penghapusan outsourcing. Tapi tak lain dan tak bukan tuntutan yang paling kental adalah soal upah.

Dalam “May Day” saya paling merasa jengkel. Kenapa? Karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan sembrono tahun lalu telah menyetujui kenaikan UMR di ibukota secara luar biasa besar. Barangkali karena ingin terlihat pro-rakyat atau pro-buruh, ia mengambil kebijakan populis. Padahal dampaknya sangat banyak dan panjang. Tapi itu ternyata tak cukup memuaskan para buruh.

Sebagai orang biasa, saya heran dengan tuntutan para buruh yang seakan tak ada habisnya. Apalagi sebagai usahawan, saya bukan cuma heran, tapi hueran buanget. Para buruh itu rupanya tidak sadar bahwa ketidakpuasan mereka dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mengail keuntungan pribadi. Saya tidak sebut siapa, tapi mereka-mereka ini dapat “sesuatu” dari mengorganisir demonstrasi. Selain itu, tidakkah mereka ngeh, bahwa yang namanya kepuasan itu batasnya cuma langit?

Sedamai apa pun demonstrasi, sebenarnya pengerahan massa besar-besaran sangat merugikan. Efek paling langsung adalah kemacetan lalu-lintas. Efek lainnya adalah citra negatif Indonesia di mata internasional. Padahal, kita sangat membutuhkan investasi asing. Beberapa perusahaan besar seperti Sony Corp. sudah hengkang. Mereka pindah ke negara yang upahnya lebih rendah dan buruhnya tidak rewel seperti Vietnam atau China.

Saya setuju kesejahteraan buruh harus diperhatikan. Tidak boleh ada “perbudakan” seperti pabrik panci di Tangerang Selatan. Namun, itu tidak boleh juga mengorbankan para pengusaha dan pemerintah Indonesia. Pihak buruh yang diwakili serikat-serikat buruh jangan mau menang sendiri saja, tapi harus sama-sama menang alias win-win solution.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s