Teruslah Berusaha

Salah satu kelemahan pengusaha baru adalah seringkali mereka menyerah beberapa saat setelah memulai usahanya. Bisa jadi itu karena adanya stagnasi dalam usaha atau terjadi sesuatu kesalahan sehingga merugi. Justru di saat berhenti itulah, akan jauh lebih sulit untuk memulainya kembali.

Jangan salah, itu bukan berarti kita harus terus maju menerjang saat kekalahan di ambang pintu. Misalnya usaha yang kita jalani merugi, maka harus ada “exit strategy”. Ini seharusnya dirancang dari awal memulai usaha. Kalau rugi terus-menerus, bisa berbahaya bagi kehidupan kita. Maka harus dilakukan langkah yang dalam dunia investasi saham disebut “cut loss” atau memotong kerugian. Rugi yang tak bisa kembali harus direlakan, namun tak bisa dibiarkan.

Apa yang saya maksud dengan kalimat “teruslah berusaha” itu adalah kemampuan bangkit lagi dari keterpurukan. Apabila gagal saat berusaha berjualan siomay, maka gantilah jenis usahanya. Bisa jadi saat berdagang pakaian “hoki” Anda lebih bagus.

Jangan menyerah pada tantangan. Karena bila tantangan itu sampai membuat Anda terkapar, justru itulah sebenarnya tantangan terakhir. Tuhan telah menguji Anda sampai pada batas kemampuan Anda. Sama seperti gunung atau tanjakan, bila telah sampai puncaknya berarti tinggal menuruni saja. Bila kesulitan dalam berusaha rasanya sudah tak mampu Anda atasi, tenanglah. Itu justru tanda bahwa setelah itu pertolongan akan datang. Asal Anda terus berusaha. Itu saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s