Ujian

Salah satu orang terdekat saya yang tak mau disebutkan namanya, seorang guru wali kelas di Bogor, menyebutkan baru kali ini ia mengalami kekacauan Ujian Nasional sepanjang karirnya. Memang sekolahnya tidak termasuk yang terlambat mendapatkan soal, tapi ia menuturkan kualitas lembar jawaban yang sangat buruk. Terbuat dari kertas yang tipis sehingga mudah sobek. Itu masih belum membicarakan soal standarisasi soal-soal ujian yang dirasanya terlalu tinggi.

Saya bingung saat membaca “curhat”-nya via SMS. Kenapa? Karena saya sama sekali tidak punya akses untuk berbuat apa pun. Saya cuma membayangkan, kalau saya punya anak nanti, insya ALLAH tidak akan saya sekolahkan di negeri ini. Itu jika mutu dan kualitasnya masih seperti sekarang lho… Tapi semoga saja Pemilu 2014 mendatang membawa perbaikan dengan pergantian pemerintahan.

Memang sulit bagi mereka yang biasa hidup sebagai “priyayi” memahami masalah di lapangan. Sang menteri walau mantan rektor rupanya tak sadar sedang “dibuat mainan”. Kentara sekali masalah UN ini jadi “proyek besar”. Meski harga cetak per lembar bisa jadi murah, tapi “faktor kali”-nya besar. Ada berapa ratus ribu siswa sekali ujian? Satu jenis soal pun bisa berlembar-lembar isinya. Maka, ini proyek M-M-an.

Saya dari dulu malas ikut tender proyek pemerintah. Selain karena kapabilitas saya tidak sampai, saya juga ngeri. Beberapa kali kami iseng menghadiri undangan, tapi nuansa yang muncul adalah “pemenangnya sudah diatur”. Kenapa? Karena saat briefing yang hadir justru perusahaan-perusahaan kecil seperti kami. Sementara jelas untuk pengerjaan proyek berskala massif dibutuhkan kapabilitas besar. Jadi, kami tahu diri lah…

Ujian sebetulnya bukan semata pada pengadaan soal UN saja, tapi sebenarnya pada komitmen pemerintah mewujudkan “good & clean governance”. Dalam konteks ini, saya melihat justru di akhir masa pemerintahannya kredibilitas pemerintahan SBY-Budiono terjun bebas ke dasar jurang. Presiden yang sibuk mengurusi partai politiknya sendiri seakan tak mampu menangani para pembantunya yang bekerja tidak optimal. Semoga saja ini bukan salah bunda mengandung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s