Ahli

Beberapa waktu lalu, saya memposting satu catatan di mailing-list The PROFEC (tulisannya bisa dibaca dengan mengklik tautan ini). Dalam catatan tersebut saya menyoroti betapa mudahnya orang mengklaim diri sebagai motivator. Padahal, kompetensi dan keahliannya belum sampai ke sana.

Seolah “sepikiran”, tulisan Eileen Rachman dan Sylvina Savitri di rubrik Karier harian Kompas hari ini juga menyoroti hal yang sama. Judul tulisannya “Ahli”. Kedua orang ahli Sumber Daya Manusia (SDM) dari Experd Consulting ini menyatakan, untuk menjadi seorang ahli, seseorang harus berkecimpung di bidangnya minimal selama lima tahun. Itu pun ia harus berada di posisi meyakinkan dalam konteks ia berperan memberikan solusi dan pengambil keputusan, bukan sekedar tingkatan pelaksana.

Di sinilah yang saya garis-bawahi. Saya sekolah sampai banyak karena bertujuan melandasi keahlian saya dengan latar-belakang yang sesuai. Bahkan itu masih ditambah sejumlah pelatihan dan tentu pengalaman kerja profesional. Setelah memiliki semua itu, barulah saya “berani” mengklaim diri “ahli” dan menawarkan keahlian itu pada orang lain.

Seperti hari ini, saya hadir di sebuah acara bertajuk “Klinik-Bisnis”. Walau tidak bicara di depan panggung, tapi saya hadir sebagai coach-mentor di komunitas penyelenggaranya. Baru kemarin juga saya diminta aktif sebagai pengurus di komunitas pengusaha terbesar di Indonesia. Artinya, dari sisi pengalaman, pencapaian dan kompetensi saya sudah dipandang “ahli”.

Tapi saya tahu, tak ada gading yang tak retak. Artinya, seahli apa pun seseorang, ilmunya tetap ada kekurangannya. Di atas langit masih ada langit. Saya sadar itu.

Dan saya tidak mengklaim diri “paling” ahli. Tidak. Saya cuma meyakini bahwa apa yang saya miliki dapat bermanfaat bagi orang lain. Karena itu, saya tak segan membagikannya bahkan dengan cuma-cuma. Karena kepuasan seorang ahli adalah bila ia bisa membuat orang lain juga seahli dirinya. Bahkan kalau bisa lebih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s