Suap

Sewaktu kecil, kita semua pasti pernah disuapi. Itu karena kita belum mampu makan sendiri. Jangankan makan dengan benar, lha wong membawa tangan dari piring ke mulut dengan tepat saja belum bisa kok.

Makanya, saya heran saat ada orang dewasa yang meminta disuap. Kalau konteksnya disuapi oleh “bebeb”, “mamas” atau “ayank” sih boleh-boleh saja. Apalagi adat saling suap-menyuapi di pelaminan yang justru harus dilestarikan.

Yang bikin geleng kepala adalah kalau konteksnya suap yang bisa dijerat hukum. Itulah yang dilakukan pegawai pajak saat memeras seorang pemilik usaha otomotif di Depok. Saya cukup heran kenapa hal itu dilakukan oleh seorang pria dewasa yang hampir pensiun. Barangkali justru karena panik sebentar lagi kehilangan penghasilan itulah, maka pria 59 tahun itu nekat meminta disuap.

Saya kasihan juga pada yang bersangkutan, sudah usia setua itu yang seharusnya tinggal “ngemong cucu” ini malah harus masuk penjara. Tapi juga harus ditanyakan, bagaimana “pension plan”-nya kok di usia itu masih sibuk mencari “penghasilan tambahan”? Sudah begitu, haram pula. Duh!

Di sini saya tidak bicara masalah hukum atau moral secara agama, melainkan lebih pada kondisi yang memungkinkan tindakan melanggar hukum itu dilakukan.  Pada dasarnya, setiap orang memiliki nurani. Dan di situlah kemudian nurani akan mengerem setiap tindakan yang melanggar hukum dan norma.

Akan tetapi, saat nurani dimatikan, maka yang terjadi adalah remnya blong. Kendaraan bernama tindakan meluncur deras menabrak rambu-rambu. Akibatnya adalah kehancuran. Jelas. Karena bila pun tindakan itu katakanlah berhasil lolos dari jerat hokum dunia, sudah pasti tak akan lolos dari hukum Tuhan Yang Maha Melihat, Mendengar, Mengetahui dan jelas Maha Adil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s